Pada bulan November tahun 2006, Sumatran Orangutan Conservation Program-Yayasan Ekosistem Lestari (SOCP-YEL) dan Orangutan Republik Education Initiative (OUREI) dengan didukung Club Peduli Orangutan Indonesia (CPOI), Angelina Sondahk (Duta Orangutan), Fauna & Flora International (FFI), Leuser International Foundation (LIF), Sumatran orangutan Society-Orang-utan Information Centre (SOS-OIC) dan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan mengadakan Conference, Workshop dan Summit (CWS) tentang Pelestarian Spesies Orangutan Sumatera (Pongo abelii) melalui progra
Program Riset Orangutan Sumatera
How Palm-oil Plantations at Tripa Increase Disaster Risk
* Contribute to climate change and drive a unique Sumatran-orangutan population to extinction.
Tripa value, peat swamp forest, Aceh, Sumatra, Indonesia,
Tripa is an area of 61,803 hectares on the West coast of the province of Aceh. Aceh lies at the northern tip of the island of Sumatra, Indonesia. Five large-scale palm oil companies covering most of Tripa are destroying the forest, burning the peat and opening canals to install palm-oil plantations.
Suka Duka Mengikuti Orangutan di Ketambe
Ketambe merupakan salah satu statiun penelitian tertua di Indonesia, didirikan pada tahun 1971 oleh peneliti berkebangsaan Belanda bernama Herman D. Rijksen yang bekerja untuk Universitas Wageningen Belanda dan didanai oleh World Wildlife Fund (WWF) Belanda. Pada awal pendiriannya, Ketambe merupakan lokasi untuk rehabilitasi Orangutan, sekaligus sebagai pusat penelitian. Pada tahun 1980 pengelolaan statiun ini diserahkan kepada PHPA dan sejak itu Ketambe dijadikan sebagai pusat penelitian, sedangkan pusat rehabilitasi Orangutan dipindahkan ke Bukit Lawang, Bahorok, Kabupaten Langkat.
