Keanekaragaman sampah yang ditinggalkan pengunjung di sekitar PPLH-Ecolodge memberikan ide untuk membuat tempat sampah yang terpisah antara sampah organik dan anorganik agar bisa di daur ulang menjadi benda yang bermanfaat.
Program Konservasi Rawa
Pengelolaan Sampah
Lahan Gambut: Pemanasan Global dan Perdagangan Karbon
Lahan gambut merupakan suatu ekosistem lahan basah yang dibentuk oleh adanya penimbunan/akumulasi bahan organik di lantai hutan yang berasal dari reruntuhan vegetasi di atasnya dalam kurun waktu lama. Akumulasi ini terjadi karena lambatnya laju dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan bahan organic di lantai hutan yang basah/tergenang tersebut. Seperti gambut tropis lainnya, gambut di Indonesia dibentuk oleh akumulasi residu vegetasi tropis yang kaya akan kandungan lignin dan nitrogen.
Akses Terhadap Air dan Sanitasi: Ketertinggalan Masyarakat Desa/Hutan (II/2)
Bagi masyarakat sekitar hutan, keberadaan hutan beserta sumberdaya yang terkandung didalamnya memainkan peranan penting bagi penghidupan (livelihood) mereka, bagi kemampuan daya beli mereka. Dengan memanfaatkan hutan seperti mengambil madu, buah-buahan, tumbuhan obat, perikanan rawa, mereka dapat meminimalisir resiko sosial ekonomi (vulnerability) akibat kegagalan panen atau kecenderungan musiman.
Program Konservasi Rawa
Program Konservasi Rawa merupakan program yang diinisiasi berdasarkan MoU dengan 4 Kabupaten di pesisir barat Aceh meliputi Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan dan Aceh Singkil.
Hutan pantai Rawa Gambut Tripa adalah salah satu hutan hujan yang paling berharga di dunia, namun sebagian besar wilayah ini telah ditebangi dan diubah menjadi areal perkebunan sawit. SOCP berpartisipasi dalam sebuah program untuk menghentikan pengrusakan ini dan menawarkan sumber pendapatan lain untuk masyarakat setempat.
