YEL dan BKSDA-SU Lakukan Identifikasi Pohon di Jalur Utama TWA-Sibolangit

Menempel Plat SengSebagai bagian dari nota kesepahaman antara YEL dan BBKSDA Sumut dalam rangka pengembangan program Pusat Informasi Konservasi Alam di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, salah satu kegiatan yang sedang dilakukan oleh YEL adalah pembangunan database informasi flora yang terdapat di dalam kawasan TWA-Sibolangit.

Sebagai langkah awal, flora yang diidentifikasi adalah yang terdapat di sepanjang jalur utama TWAS. Kegiatan ini meliputi beberapa tahapan, yaitu; penandaan (tagging), identifikasi pohon, pendokumentasian dan pembuatan katalog buku flora. Selanjutnya nanti akan dilakukan pemberian label nama pohon yang telah teridentifikasi. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak pertengahan maret lalu, dan saat ini sudah memasuki proses pendokumentasian pohon dan penulisan katalog buku flora.

Sejauh ini, hasil yang sudah didapatkan oleh tim adalah teridentifikasi 1.885 individu pohon, palem dan liana, dimana jika dikategorikan terdapat 140 jenis pohon, 3 jenis palem dan 7 jenis liana.

Buku Katalog Flora yang dihasilkan ini nantinya akan berfungsi sebagai media pendidikan bagi pengunjung TWA yang akan mempermudah pengunjung untuk mengenali flora yang terdapat kawasan TWA serta membangkitkan apresiasi yang lebih besar terhadap lingkungan. Selain itu, akan membantu para peneliti, mahasiswa, pemulia, penyelamat tanaman langka serta masyarakat umum untuk ikut mengenal dan memanfaatkan koleksi TWA Sibolangit dalam upaya mengembangkan potensi tumbuhan di Indonesia.

Dominasi Pohon
Dominasi pohon dari masing-masing jalur pengamatan yaitu :
Jalur A  : Angsana/Sena (Pterocarpus indicus), Jambu Gunung (Eugenia sp)
Jalur B  : Jerik Jambu (Eugenia sp)
Jalur C  : Angsana/Sena (Pterocarpus indicus)

Metode Pelaksanaan
Terdapat tiga jalur utama di Twa Sibolangit, pada setiap jalur, dibuat plot berukuran 5 x 50 cm mengikuti arah jalur TWAS tanpa jarak. Penentuan plot dilakukan secara zigzag, yaitu plot pertama dimulai dari sebelah kiri jalur, kemudian plot kedua dilanjutkan di sebelah kanan jalur, seterusnya plot ketiga dimulai lagi dari sebelah kiri jalur (tepat disebelah plot pertama).
Pohon yang ditandai adalah pohon yang berada dalam plot dengan ketentuan mempunyai keliling ≥ 30 cm yang diukur dengan menggunakan pita ukur. Pada pita ukur, pohon yang diukur ialah kelilingnya. Data diameter didapatkan setelah membagi keliling pohon dengan jari-jari (3,14 cm).
Pada setiap plot, dilakukan pengukuran diameter dan penandaan terhadap pohon dengan menempelkan plat seng yang telah diberi label nomor. Prosedur kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
• Plot berukuran 5 m x 50 m digunakan untuk menentukan tingkat pohon
• Pengukuran diameter batang dilakukan pada ketinggian kira-kira setinggi dada atau 1,3 m di atas permukaan tanah,
• Parameter-parameter yang dicatat adalah diameter batang dan nama spesies tumbuhan (jika diketahui),
• Dilakukan penandaan dengan menempelkan plat seng yang telah diberi nomor.

Jalur Pengamatan

Mengukur

Identifikasi Pohon

Pencatatan