62% Masyarakat Miskin Kabupaten Nagan Raya Akan Dilayani Oleh RSUD Kabupaten Nagan Raya
Proyek rumah sakit yang telah didirikan oleh Yayasan Ekosistem Lestari bekerja sama dengan CARITAS SWITZERLAND, PANECO dan Pemerintah Kabupaten Nagan raya diresmikan pada tanggal 14 Agustus 2008 oleh Bupati Kabupaten Nagan Raya.
Rumah sakit seluas 4,2 hektare ini mampu menampung 100 pasien. Sebelum peresmian rumah sakit telah mendapatkan tipe rumah sakit dari tim departemen kesehatan. Resminya rumah sakit menjadi rumah sakit tipe C memudahkan rumah sakit untuk mengembangkan pelayanannya. Rumah sakit telah mendapatkan izin untuk memberikan akses Asuransi untuk orang miskin (ASKESKIN/JAMKESMAS).
Pada hari peresmian rumah sakit 14 Agustus 2008, Direktur Rumah Sakit Nagan Raya, dr. H. Zafril Luthfy RA, M Kes mengatakan bahwa Rumah Sakit Kabupaten Nagan Raya akan dapat melayani 62% masyarakat miskin yang berada di Kabupaten Nagan Raya. Jumlah ruang rawat inap untuk kelas tiga sendiri telah dipersiapkan oleh rumah sakit. Beliau menambahkan bahwa YEL (Yayasan Ekosistem Lestari) dibantu oleh Caritas Switzerland mendirikan bangunan penunjang, bangunan balai pengobatan, bangunan bangsal A dan B, dan perumahan untuk para staf rumah sakit, sedang bangunan rekam medis, poliklinik dan ruang gawat darurat didirikan oleh BRR. Direktur menambahkan bahwa rawat inap yang didirikan oleh YEL hanya sesuai untuk kelas satu dan kelas dua, sehingga rumah sakit memfungsikan gedung puskesmas lama menjadi ruang rawat inap kelas tiga.
Sebelumnya rumah sakit adalah sebuah puskesmas di ujong fatihah. Lima hari setelah tsunami terjadi tim medis dari swiss datang ke kabupaten nagan raya melalui Aceh tengah. Kemudian pemerintah kabupaten nagan raya menahan tim medis untuk membantu dampak tsunami yang dialami Nagan raya. 16 desa hancur karena tsunami, puskesmas penuh dengan korban yang selamat dari tsunami yang membutuhkan bantuan tim medis swiss. Saat itu kabupaten nagan raya belum memiliki rumah sakit, yang ada hanya gedung poliklinik. Pemerintah memang merencanakan untuk membangun rumah sakit, namun rencana itu bakal terwujud 10 tahun kemudian. Mereka membutuhkan banyak biaya untuk pembangunan. Saat itu PANECO melihat keadaan ini dan memfasilitasi CARITAS SWISS untuk melakukan assessment awal untuk pemberian bantuan pendirian rumah sakit.
Sampai akhirnya PANECO, YEL dan CARITAS SWISS dibantu oleh SWISS SOLIDARITY, CARITAS SPAIN, dan CARITAS LUXEMBURG bekerjasama dengan BRR dan pemerintah kabupaten nagan raya mendirikan sebuah rumah sakit dan bersama – sama membangun cita – cita agar rumah sakit menjadi pusat rujukan untuk daerah Nanggroe Aceh Darussalam.
Cherie nurul faried lubis









