Konservasi Alam
Salah satu tantangan yang dihadapi di era industrialisasi, terutama oleh negara-negara berkembang, adalah permasalahan lingkungan. Namun demikian, dalam perdebatan-perdebatan nasional yang melibatkan perkembangan ekonomi dan lingkungan, permasalahan lingkungan selalu mendapatkan porsi yang sangat minim atau bahkan tidak sama sekali.
Menjawab tantangan yang muncul, YEL didirikan sejak awal untuk fokus terhadap permasalahan lingkungan, terutama terhadap isu konservasi alam, termasuk di dalamnya pelestarian kawasan konservasi, pelestarian satwa liar dan habitatnya terutama orangutan sumatera serta upaya-upaya dalam mengangkat isu-isu lingkungan yang berkaitan dengan kerusakan dan/atau degradasi dari kawasan-kawasan penyangga, khususnya di bagian utara pulau Sumatera.
Keterlibatan YEL dalam konservasi alam diawali dengan program pelestarian orangutan, dimana YEL bersama mitra utamanya PanEco Swiss mendirikan Karantina Orangutan Sumatera di Batu Mbelin, Sibolangit, Sumatera Utara, di bawah payung Program Konservasi Orangutan Sumatera (Sumatran Orangutan Conservation Programme – SOCP), yang kemudian diperluas dengan Program Konservasi Hutan Batang Toru dan Program Konservasi Rawa.
Program Konservasi Hutan Batang Toru
Hutan Batang Toru merupakan ekosistem yang sangat unik dengan keaneka ragaman hayati yang tinggi dan perlindungan terhadap 10 DAS dan sub DAS di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara.
Secara administratif, Kawasan Hutan Batang Toru merupakan bagian dari tiga wilayah Kabupaten: Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Topografi yang curam dengan kelerengan > 40% di beberapa bagian membuat Kawasan Hutan Batang Toru sangat berperan dalam penyediaan air, mencegah banjir, erosi dan tanah longsor di wilayah sekitarnya.
Sayangnya, topografi Kawasan Hutan Batang Toru tidak mampu mencegah perambahan liar yang secara dramatis menyebabkan menurunnya kemampuan kawasan tersebut sebagai penyedia jasa lingkungan, terlebih karena hanya 18,6 persen dari total keseluruhan kawasan tersebut yang merupakan kawasan lindung dan/atau Suaka Alam. Sementara selebihnya berstatus hutan produksi dan Areal Penggunaan Lain (APL).
Berkolaborasi dengan tiga pemerintah kabupaten yang mencakup wilayah Kawasan Hutan Batang Toru dan pemangku-pemangku kepentingan lainnya, YEL secara aktif terlibat dalam upaya-upaya perubahan status Kawasan Hutan Batang Toru di masing-masih wilayah administratif terkait menjadi Hutan Lindung melalui kegiatan-kegiatan lobby, advokasi dan pendampingan masyarakat setempat. Sebagai hasilnya, Pemerintah Daerah setempat dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara telah menyampaikan permintaan kepada Menteri Kehutanan untuk merubah status Kawasan Hutan Batang Toru menjadi kawasan Hutan Lindung yang dikelola secara partisipatif. Lebih dari itu, draf tata ruang Kabupaten setempat dan Provinsi Sumatra Utara merujuk kawasan tersebut sebagai kawasn hutan yang dilindungi.
Program Konservasi Rawa
Bertolak dari keterlibatan YEL dalam program rehabilitasi pasca tsunami Aceh di Kabupaten Nagan Raya, Program Konservasi Rawa diinisiasi sebagai kepedulian YEL terhadap kerusakan kawasan rawa gambut di pesisir pantai barat Aceh yang mencakup 4 kabupaten: Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan dan Aceh Singkil.
Kerusakan terparah dialami oleh Kawasan Rawa Gambut Tripa yang tersebar di dua Kabupaten, Nagan Raya dan Aceh Barat Daya, disebabkan oleh beroperasinya 5 perusahaan kelapa sawit skala besar yang mengakibatkan terdegradasinya kawasan gambut tersebut.
Ancaman terbesar yang dihadapi oleh Kawasan Rawa Gambut Tripa adalah terjadinya penurunan permukaan gambut di wilayah tersebut yang dapat menyebabkan tenggelamnya kawasan ini pada dua dekade ke depan.
Tiga divisi YEL, Konservasi, Pendidikan dan Kemanusiaan, terlibat dalam kegiatan yang dilakukan di Kawasan Rawa Tripa yang mencakup:
- Pilot Study perkebunan kelapa sawit berkelanjutan berbasis masyarakat berdasarkan Prinsip dan Kriteria RSPO (Rountable for Sustainable Palm Oil) dengan penerapan perlakuan organik.
- Kampanye, penyadar tahuan dan pendampingan serta pemberdayaan masyarakat di Kawasan Rawa Gambut Tripa.
- Program kesehatan lingkungan.
Prioritas kedua dalam Program Konservasi Rawa adalah Kawasan Rawa Singkil yang mulai terdegradasi akibat perambahan dan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Fokus kegiatan adalah pendampingan masyarakat yang berbatasan dengan Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka akan pentingnya kawasan tersebut dan manfaatnya sebagai penyedia jasa lingkungan yang wajib dijaga kelestariannya untuk masyarakat sekitarnya.
Dalam pelaksanaan Program Konservasi Rawa, Divisi Konservasi YEL mendukung dengan melakukan riset dan penelitian terhadap keaneka ragaman hayati kawasan tersebut. Sementara itu, Divisi Pendidikan YEL melalui Outreach and Education mendukung melalui kampanye, penyadar tahuan dan pendampingan sejak 2007 dengan mengerahkan Unit Mobil Pendidikan (Mobile Education Unit).








