Yayasan Ekosistem Lestari

Concern for The ecosystem

YEL merupakan organisasi non profit yang berlokasi di Medan, yang menyediakan dukungan teknis, skill dan melakukan aktivitas pendidikan secara langsung mengenai lingkungan hidup dan mendorong kesadaran masyarakat, program konservasi untuk spesies yang terancam punah dan pengembangan masyarakat, melakukan tindakan pemulihan darurat dan bantuan kemanusiaan.

Loading...

Humanitarian

Ada dua gempa tektonik kuat yang belum lama ini mengguncang pantai barat Sumatera. Pada tanggal 26 Desember 2004, sebuah gempa tektonik berkekuatan 8,9 SR mengguncang, diikuti dengan Tsunami yang menghantam sebagian besar pantai barat laut. Pada tanggal 28 Maret 2005, sekali lagi sebuah gempa bumi besar menggungcang dengan besaran 8,2 SR. Pusat gempanya terletak diantara dua pulau Indonesia – Nias dan Simeulue – berlokasi sekitar 200 mil dari Selatan Banda Aceh, sebuah ibukota propinsi di pulau paling utara Sumatera.

Bencana tersebut menimbulkan kerusakan infrastruktur yang parah serta banyak korban meninggal, luka dan hilang. Selain itu, ratusan orang harus diungsikan. Anak-anak banyak yang menjadi yatim piatu, banyak yang kehilangan keluarga, teman dan orang-orang yang mereka cintai. Secara psikis, bencana ini telah meninggalkan trauma yang mendalam kepada seluruh korban.

YEL dengan cepat mengirimkan sukarelawan lokal dan asing ke Aceh dan Nias untuk melakukan tindakan darurat dengan menyalurkan bantuan logistik, perlengkapan medis dan tim medis, memantau kerusakan yang ditimbulkan dan mulai membentuk sebuah program prostetik. Dukungan YEL untuk korban bencana masih berlanjut hingga saat ini, dimana kegiatan kebanyakan diarahkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun demikian, dukungan medis dan program prostetik masih terus berjalan. Semua kegiatan ini masih tetap dapat berjalan karena perhatian dari para donatur dan kepedulian YEL untuk membantu yang memerlukan.

YEL yang bekerja sama dengan PanEco, sebuah yayasan yang berasal dari Swiss, mendistribusikan tim medis lokal maupun asing, obat-obatan dan perlengkapan medis. Terdapat 60 sukarelawan medis yang terdiri dari dokter umum, dokter bedah, perawat, ahli trauma, dan pekerja sosial dikirim ke propinsi Aceh. Mereka dibantu oleh sukarelawan lokal yang menengahi sukarelawan asing dengan pasien.

Untuk dukungan darurat di Nias, YEL bekerja bersama dengan Diocese Sibolga, PERDHAKI (Persatuan Karya Dharma Indonesia – sebuah LSM yang bergerak di bidang medis), dan Jesuit Relief Service untuk melayani tidak hanya di pusat kota Nias, Gunung Sitoli, tetapi juga di desa-desa seperti Tuhemberua, Teluk Dalam, Lahewa, dll. YEL juga telah membantu mendirikan sebuah klinik di Gunung Sitoli yang diberi nama TABITHA.

Program Prostetik
Program prostetik merupakan salah satu program dari divisi kemanusiaan YEL yang muncul akibat bencana tsunami. Ini adalah kegiatan singkat dengan keuntungan jangka panjang. Program ini dilakukan YEL untuk orang-orang yang kurang mampu, khususnya mereka yang harus diamputasi karena bencana tsunami dan gempa bumi. Para pasien YEL harus mengikuti rehabilitasi fisik mereka di Harapan Jaya, Siantar sebelum menggunakan alat bantu. Dukungan alat bantu berasal dari Teh Lin Orthotic-Prosthetic.

Setelah menjalani langkah-langkah tersebut, korban amputasi akan diberikan bantuan mikro kredit agar mereka dapat memiliki usaha sendiri dengan modal lima hingga lima setengah juta rupiah. Mikro kredit ini akan dibayar kembali dalam jangka waktu satu hingga satu setengah tahun. Data terakhir menunjukkan bahwa enam orang yang diamputasi telah menerima pinjaman mikro kredit ini dengan berbagai jenis usaha yang dijalani seperti salon kecantikan, bengkel ban, jual-beli tembakau, dll. dengan memberikan bantuan kredit, akan membawa keyakinan dan rasa percaya diri korban amputasi.

Pendirian rumah sakit
YEL bekerja sama dengan PanEco dan Caritas Swiss telah menyetujui untuk bekerjasama mendirikan sebuah Rumah Sakit Pusat untuk masyarakat Nagan Raya, di propinsi Aceh.

Program Caritas Austria
Perincian singkat proyek, sbb :
-    Membangun gedung untuk FODO Nias
-    Proyek Pengembangan Rehabilitasi