Eko-Wisata

Peningkatan kesadaran masyarakat, terutama yang bersinggungan langsung dengan wilayah konservasi, mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, baik dalam aspek kehidupan sehari-hari maupun dalam aspek jangka panjang yang berkelanjutan, sangatlah penting. Tetapi perlu juga disadari, bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan juga didasari oleh tingkat kesejahteraan yang memadai, terutama yang bersumber dari alam dan lingkungan itu sendiri.

Penerapan pelestarian lingkungan secara konkrit akan lebih berdampak jika masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi yang diberikan oleh alam dan lingkungan melalui pengelolaan yang bertanggungjawab. Untuk itu, sangatlah penting untuk mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat sebagai pendamping dari program pendidikan lingkungan hidup, untuk memicu dan meningkatkan motivasi masyarakat dalam menghargai dan melestarikan alam dan lingkungannya. YEL menyadari sepenuhnya, bahwa masyarakat akan menghargai dan melindungi sumber kesejahteraan hidupnya melalui pemahaman yang benar.

Berdasarkan hal tersebut di atas, YEL mengembangkan program ekowisata di Bukit Lawang, Kecamatan Bohorok, sebagai sarana dalam mempromosikan wisata alam yang ramah lingkungan. Melalui program ini, YEL merangkul masyarakat sekitar untuk terlibat dalam aktivitas eko-wisata, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para pemandu wisata dalam mendampingi wisatawan baik lokal dan asing yang berwisata ke Taman National Gunung Leuser.

YEL juga sangat serius dalam mendorong pengembangan ekowisata, baik melalui fasilitas yang dikelola sendiri oleh Divisi Pendidikan Lingkungan Hidup maupun melalui kerjasama dengan pihak-pihak lain.

Menjelajahi Bukit Lawang
Treking dan Tubing di Bukit Lawang
Dengan melibatkan pemandu-pemandu wisata lokal, YEL menawarkan program ekowisata Exploring Bukit Lawang (Menjelajahi Bukit Lawang). Dalam aktivitas ini, para wisatawan diajak untuk menikmati keindahan hutan hujan tropis di Bukit Lawang yang dimulai pada pagi hari di kaki Taman Nasional Gunung Leuser dengan mengamati pemberian makanan untuk orangutan Bukit Lawang yang dilakukan oleh para rangers dari taman nasional tersebut, yang dilanjutkan dengan trekking menjelajahi hutan dan mengamati kehidupan flora dan fauna di dalamnya.

Wisatawan dapat memilih untuk melanjutkan trekking menembus hutan hingga ke Tangkahan yang memakan waktu sekitar 3 hari, atau bermalam di hutan dan kembali keesokan harinya ke Bukit Lawang melalui sungai dengan tubing atau rafting. Jika memilih untuk melanjutkan ke Tangkahan, perjalanan wisata ini dapat dikombinasikan dengan Elephant Jungle Patrol. Selain jungle trekking dan tubing, wisatawan juga dapat menjelajahi gua kelelawar (bat cave) yang terdapat di Bukit Lawang.

Elephant Jungle Patrol
Patroli GajahProgram ekowisata ini memanfaatkan patroli gajah yang menggunakan jalan perbatasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sebagai jalur pemantauan. Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera Utara adalah sebuah surga tersembunyi, salah satu tempat terakhir dimana anda bisa menikmati hutan hujan pada kondisi terbaiknya. Pepohonan besar, vegetasi tropis yang lebat di selingi sungai-sungai yang indah, air terjun, gua dan sumber mata air panas, terhampar menjadi salah satu tempat terindah di bumi ini. Hutan ini juga menjadi rumah bagi hewan-hewan yang terancam punah diantaranya orangutan sumatera, harimau sumatera dan gajah sumatera. Hutan ini juga satu-satunya tempat di Indonesia dimana anda bisa berpetualang di atas punggung gajah, menjelajahi hutan hujan tropis yang cukup sulit dijangkau dengan berjalan. Inilah tempat yang harus anda kunjungi untuk mendapatkan pengalaman yang sebenarnya dan satu-satunya, kombinasi penjelajahan hutan hujan tropis dengan berkemah dan, diatas segalanya, menunggang gajah.

Air terjunBergabunglah dengan Elephant Jungle Patrol jika anda mencari liburan penuh tantangan dan unik. Dibutuhkan 4 hari untuk trekking menunggang gajah melalui hutan hujan tropis dari Tangkahan ke Bukit Lawang. Anda berkesempatan menjadi satu tim dengan Mahout (pawang gajah) dan gajahnya, belajar mengendalikan gajah dan menjaganya. Ada banyak waktu untuk menikmati hutan hujan tropis dan berenang di sungai. Menghabiskan malam dengan berkemah di jungle camp yang sederhana namun romantis, dimana anda dapat mencicipi masakan setempat dan dinina-bobokan oleh suara-suara hutan pada malam hari. Pemesanan awal (reservasi) adalahpenting! Hanya ada 2 kali trek (4 hari dengan 4 gajah) dalam 1 bulan.

Ekowisata Pulau Banyak
Bekerjasama dengan Yayasan Pulau Banyak, YEL menawarakan paket ekowisata ke Pulau Banyak yang merupakan bagian dari Kabupaten Aceh Singkil di Provinsi Aceh.
Pulau Banyak merupakan kepulauan yang terdiri dari 64 pulau-pulau kecil. Yang terbesar dari kepulauan tersebut adalah Pulau Bangkaru dan Pulau Tuangku, keduanya masih tertutup oleh hutanperawan. Sedangkan desa utama berada di sebelah timur dan sebelah barat kepulauan tersebut, masing-masing di Pulau Balai dan di Pulau Tuangku dengan populasi berjumlah 7.000 penduduk yang terbagi di 7 desa.

Sebagai kepulauan di ujung selatan Provinsi Aceh, Pulau Banyak mengundang wisatawan untuk melakukan berbagai aktivitas menarik seperti bermain dan berenang di pantai-pantai yang indah, menyusur pantai menggunakan kayak, snorkeling dam memancing. Selain itu, Pulau Banyak merupakan lokasi konservasi penyu terbaik di Sumatera.Tujuan utama dari wisata ekologis di Pulau Banyak adalah pemantauan penyu di Pulau Bangkaru. Walaupun merupakan pulau terbesar kedua di kepulauan ini, Pulau Bangkaru tidak berpenghuni dan merupakan tempat pemantauan penyu.Di pulauini, wisatawan dapat bergabung dengan petugas patroli penyu yang melibatkan relawan-relawan asing dan bergerak siang dan malam.

Pulau Banyak
Hubungi  kami untuk keterangan lebih lanjut mengenai program eko-wisata kami!