Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)
YEL (Yayasan Ekosistem Lestari) didirikan pada awal tahun 2000, merupakan lembaga yang peduli pada masalah pelestarian alam dan pengembangan masyarakat. Pendirian lembaga ini dilakukan sebagai respon positif terhadap munculnya berbagai permasalahan lingkungan hidup dan konservasi alam khususnya terhadap ancaman pencemaran serta punahnya sistem pendukung kehidupan yang penting bagi seluruh makhluk di dunia.
YEL merupakan organisasi non profit yang berlokasi di Medan, yang menyediakan dukungan teknis, skill dan melakukan aktivitas pendidikan secara langsung mengenai lingkungan hidup dan mendorong kesadaran masyarakat, program konservasi untuk spesies yang terancam punah dan pengembangan masyarakat, melakukan tindakan pemulihan darurat dan bantuan kemanusiaan.
Lanjut...
YEL Dan Ashoka Indonesia Gelar Pelatihan Young Change Makers Bagi Pembaharu Muda Medan
July 28, 2008 by admin
Pada tanggal 21 – 22 Juli 2008, bertempat di ruang musik Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) Medan – Sumatera Utara, menjadi ajang berkumpulnya calon pembaharu muda yang berasal dari Medan dan sekitarnya. Para generasi muda yang berusia sekitar 17 – 23 tahun tersebut berkumpul untuk belajar mewujudkan gagasan inovatif mereka, sekaligus menempa karakter dan ketrampilan sebagai pembaharu muda. Dimana pelatihan ini adalah sebuah rangkaian dari Program Young Changemakers yang diinisiasi oleh Ashoka Indonesia bekerjasama dengan fellow Ashoka yang ada di seluruh Indonesia. Dan pelatihan yang diselenggarakan di Medan pada akhir juli 2008 kemaren, bekerjasama dengan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) yang dipimpin oleh dr. Sofyan Tan, dimana beliau adalah salah satu fellow Ashoka Indonesia sejak tahun 1989 dengan isu PEMBARUAN SOSIAL MELALUI PENDIDIKAN PEMBAURAN.
Selama 2 hari, yang dimulai dari pukul 09.00 wib sampai dengan 17.00 wib. Pelatihan Young Changemakers ini memberikan 6 modul yang dikemas dengan suasana santai dan diselingi pemutaran film/lagu dan diskusi mengenai pengalaman-pengalaman dari peserta maupun fasilitator. Keenam modul tersebut adalah:
PERKENALAN meliputi pengenalan tentang Ashoka, inisiatif Young Changemakers dan peserta, sekaligus pengenalan YEL secara umum, PEMBAHARU SOSIAL DAN MISI PERUBAHAN memberikan pemahaman mengenai konsep pembaharu social dan visi perubahan yang mungkin untuk diwujudkan,
DISCOVERY berfokus pada menemukan kekuatan dan asset dalam menciptakan perubahan,
DREAM mencakup tahapan membangun mimpi perubahan,
DESIGN AND DELIVER berisi langkah-langkah untuk menciptkan produk social dan strategi untuk mewujudkannya, dan SIX LESSONS CAREER merupakan tips bagi kaum muda untuk mengembangkan mimpinya.
Di sela-sela pelaksanaan pelatihan pada hari pertama, dr Sofyan Tan selaku fellow Ashoka, ketua Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan juga ketua dewan pembina dari Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) Medan, meluangkan waktu untuk memberikan pengalaman dalam melakukan pembaharuan di tengah-tengah masyarakat yang beragam suku, budaya, bahasa dan agama. Hampir 2 jam lebih beliau bercerita yang diselingi dengan diskusi dengan peserta mengenai pengalaman yang telah dijalaninya 20 tahun belakangan ini.
Menurut Billy Rahman, salah seorang peserta yang telah memulai menginisiasi ide kelompok dukungan bagi penghuni dan mantan LAPAS anak di Medan. “Kegiatan ini sangat memberikan peranan besar bagi saya dan teman-teman saya dalam pembentukan kelompok dukungan bagi para penghuni dan mantan LAPAS anak yang berada di Medan”. Billy memulai melakukan perubahan di komunitas tersebut berawal dari rasa putus asa, karena selepas dari LAPAS anak yang ada di Medan, selalu dianggap “NEGATIF” bagi masyarakat yang ada disekitarnya termasuk teman-teman dekatnya. Banyak lowongan pekerjaan yang telah dimasukkan, tapi tidak satupun yang menerimanya. Lelaki muda yang ingin bercita-cita tahun depan memliki sepeda motor besar ini, berkeinginan nantinya mantan LAPAS khusunya anak, dapat diterima ditengah-tengah masyarakat layaknya kaum muda lainnya.
KiranyaPelatihan Young Changemakers yang telah dilakukan banyak tempat di Indonesia, khususnya Medan dapat mendorong lahirnya lebih banyak pembaharu muda. Dengan visi bahwa setiap orang adalah pembawa perubahan, kaum muda memiliki kemampuan dan peran penting dalam proses perubahan sosial. Inisiatif Young Changemakers mendorong kaum muda untuk membentuk tim yang bisa memberikan kontribusi bagi perubahan positif di masyarakat. Melalui inisiatif ini diharapkan muncul para inovator sosial muda yang dapat memperkuat gerakan pembaharu muda global. (Ferdinand Herbert Simatupang)
