Skip to content

Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)

Logo Yayasan Ekosistem LestariYEL (Yayasan Ekosistem Lestari) didirikan pada awal tahun 2000, merupakan lembaga yang peduli pada masalah pelestarian alam dan pengembangan masyarakat. Pendirian lembaga ini dilakukan sebagai respon positif terhadap munculnya berbagai permasalahan lingkungan hidup dan konservasi alam khususnya terhadap ancaman pencemaran serta punahnya sistem pendukung kehidupan yang penting bagi seluruh makhluk di dunia.

YEL merupakan organisasi non profit yang berlokasi di Medan, yang menyediakan dukungan teknis, skill dan melakukan aktivitas pendidikan secara langsung mengenai lingkungan hidup dan mendorong kesadaran masyarakat, program konservasi untuk spesies yang terancam punah dan pengembangan masyarakat, melakukan tindakan pemulihan darurat dan bantuan kemanusiaan.
Lanjut...

Mobile Education Unit dan Program Pelestarian Spesies Orangutan Sumatera (Pongo abelii)

May 10, 2008 by admin

Pada bulan November tahun 2006, Sumatran Orangutan Conservation Program-Yayasan Ekosistem Lestari (SOCP-YEL) dan Orangutan Republik Education Initiative (OUREI) dengan didukung Club Peduli Orangutan Indonesia (CPOI), Angelina Sondahk (Duta Orangutan), Fauna & Flora International (FFI), Leuser International Foundation (LIF), Sumatran orangutan Society-Orang-utan Information Centre (SOS-OIC) dan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan mengadakan Conference, Workshop dan Summit (CWS) tentang Pelestarian Spesies Orangutan Sumatera (Pongo abelii) melalui program pendidikan. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya penyelamatan spesies orangutan sumatera dari kepunahan melalui program pendidikan.

Hasil dari kegiatan CWS tersebut adalah membentuk suatu konsorsium yang terdiri dari beberapa lembaga yang akan menjalankan program penyelamatan orangutan sumatera melalui pendidikan. Konsorsium akan melaksanakan hasil rekomendasi yang telah disepakati pada kegiatan tersebut, yaitu melakukan pendidikan untuk menyadarkan kepada kelompok sasaran yang telah ditentukan dengan standar materi yang telah disepakati dalam kegiatan tersebut.

Sebagai bagian dari konsorsium, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melalui sub-program Mobile Education Unit (MEU) sejak juni 2007 sampai dengan Februari 2008 telah menjalankan program sosialisasi hasil CWS tentang pelestarian spesies orangutan sumatera dan menjangkau 10 daerah di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang merupakan habitat penyebaran spesies langka tersebut. Dalam Kurun waktu 10 bulan berjalan kegiatan pendidikan dan penyadaran dilakukan dengan sistem kunjungan ke daerah untuk menyampaikan informasi terkait dengan pelestarian sumberdaya alam hayati khususnya orang-utan sumatera ke Kab. Aceh Timur/Kotamadya Langsa, Kab. Aceh Tamiang, Kab. Aceh Singkil, Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh Barat Daya, Kab Nagan Raya, Kab. Aceh Tenggara, Kab. Aceh Tengah, Kab. Bener Meriah dan Kab. Gayo Lues.

Kegiatan kunjungan dilakukan dengan menjangkau kelompok sasaran Pemerintah (Eksekutif dan Legislatif), Aparat Penegak Hukum (TNI, Kepolisian, Pengadilan dan kejaksaan). Kunjungan dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya penyampaian materi penyadaran bertema pembangunan berwawasan lingkungan, pentingnya hutan, kawasan konservasi dan orang-utan untuk kehidupan manusia; pemutaran film-film lingkungan; distribusi material kampanye yang memuat informasi tentang kondisi alam indonesia dan orangutan sumatera terkini.

Dalam setiap pelaksanaan kunjungan, Mobile Education Unit selalu menjalin kerjasama dengan pemerintah kabupaten dan berbagai lembaga strategis yang terdapat  di daerah  daerah yang dikunjungi. Sehingga sangat memungkinkan dihadiri oleh kepala daerah (Bupati, Walikota) setempat dan tentunya juga dihadiri oleh jajaran instansi pemerintahan lainnya.

Selama pelaksanaan program sosialisasi hasil CWS, MEU telah menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya dalam upaya menyampaikan informasi pelestarian sumberdaya alam, baik dari lingkungan internal maupun dari eksternal YEL. Dari lingkungan Internal YEL pembicara yang terlibat adalah : dr. Sofyan Tan (Ketua YEL), Ir. Suherry (Dir. PPLH), Ian Singleton, Ph. D (Dir. Konservasi), Didik Prasetyo M.Si (Eks. Research Manager SOCP), Susilo Sudarman (Asisten Dir. Konservasi), Asril S.Si (Manager Riset-SOCP) dan Masrizal Saraan, S.Hut (Koordinator Mobile Education Unit). Sementara pembicara dari lingkungan eksternal YEL yaitu : Ir. Bachtiar Harun MS (Rektor UNSAM Langsa), Ir. Syahbuddin Usman, M.Si (Bupati Aceh Tamiang), Said Zainal, SH (Dir. Eksekutif Lembaga Advokasi Hutan Lestari), Ir. H. T. Machsalmina Ali, M.Sc (Bupati Aceh Selatan), Ridwan Hasan, SH., MM (Sekdakab Aceh Singkil), Akmal Ibrahim, SH (Bupati Aceh Barat Daya), Ir. Yurnismal (Kadisbunhut Abdya), M Kasem Ibrahim, B.Sc (Wabup Nagan Raya), H. Hasanuddin B (Bupati Aceh Tenggara), Tri Azhari Helmi, SP (BTNGL Seksi Wil. Aceh Tenggara), Drs. Ismarissiska, MM (Asisten I Pemkab Aceh Tengah), Ir. Tagore Abu Bakar (Bupati Bener Meriah), dan H. Ibnu Hasim (Bupati Gayo Lues).

Kedepan MEU akan tetap melakukan kunjungan ke kelompok sasaran yang lebih spesifik seperti Perkebunan/Hak Pengusahaan Hutan (HPH), komunitas masyarakat dan komunitas lainnya dengan berbagai pendekatan dan metode. Secara khusus, untuk tahun berjalan, MEU akan berkonsentrasi di 5 kabupaten di wilayah pantai barat aceh (West Coast Aceh) yang meliputi Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Aceh Barat.

Harapan terbesar dari pelaksanaan kegiatan ini adalah tersampaikannya informasi  informasi tentang pelestarian sumber-daya alam khususnya orangutan sumatera (Pongo abelii) kepada seluruh lapisan masyarakat. Sehingga masyarakat akan secara sadar untuk turut serta aktif dalam berbagai program pelestarian orangutan sumatera yang ditunjukkan dengan perilaku sederhana yaitu tidak memelihara, menangkap dan memperniagakan primata kharismatik tersebut.

Semoga informasi tentang orang-utan sumatera yang telah disampaikan melalui kegiatan tersebut dapat menjadi penambah kekayaan wacana bagi seluruh masyarakat sekaligus menjadi dasar untuk berbuat dalam pelestarian satwa kharismatik tersebut yang pada akhirnya juga akan memberikan dampak positif bagi kelestarian alam dan lingkungan.
* Masrizal Saraan, S.Hut, Mobile Education Unit Coordinator

AdaptiveThemes