Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)
YEL (Yayasan Ekosistem Lestari) didirikan pada awal tahun 2000, merupakan lembaga yang peduli pada masalah pelestarian alam dan pengembangan masyarakat. Pendirian lembaga ini dilakukan sebagai respon positif terhadap munculnya berbagai permasalahan lingkungan hidup dan konservasi alam khususnya terhadap ancaman pencemaran serta punahnya sistem pendukung kehidupan yang penting bagi seluruh makhluk di dunia.
YEL merupakan organisasi non profit yang berlokasi di Medan, yang menyediakan dukungan teknis, skill dan melakukan aktivitas pendidikan secara langsung mengenai lingkungan hidup dan mendorong kesadaran masyarakat, program konservasi untuk spesies yang terancam punah dan pengembangan masyarakat, melakukan tindakan pemulihan darurat dan bantuan kemanusiaan.
Lanjut...
Bupati Aceh Singkil H.Mamur Syahputra SH.MM: “Eko-wisata di Kuala Baru Harus Dibangun Secara Bersama-sama”
May 10, 2008 by admin

Aceh Singkil secara lambat namun pasti mulai mempercantik diri (berbenah), selain proses pembangunan dengan kota yang menjadi proritas utama setelah Gempa Bumi dan Tsunami, Singkil juga membangun program-program Eko-wisata.
Proses pembangunan eko-wisata yang dikembangkan bekerjasama dengan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) ini diyakini akan bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat di sana. Keyakinan yang sangat kuat ini datang langsung dari orang No. 1 di Aceh Singkil, yaitu Bupati H. Makmur Syahputra SH.MM.
Konsep eko-wisata yang akan dikembangkan di Aceh Singkil tepatnya di Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil bukanlah konsep yang semata-mata mementingkan faktor ekonomi saja. Akan tetapi eko-wisata ini merupakan sebuah upaya peningkatan ekonomi yang berbasis keberlanjutan.
Berikut ini petikan wawancara langsung Bupati Aceh Singkil diruang kerja beliau.
Seperti apa program eko-wisata yang akan dikembangkan di Aceh Singkil
Begini, secara umum saya akan menjelaskan dulu bahwa Singkil banyak memiliki potensi wisata, tidak hanya hutan rawa yang menjadi daerah yang akan kita kembangkan, akan tetapi wisata budaya juga kita miliki. Memang saat ini ekowisata menjadi perhatian kita, dan kita sekarang ini akan membangun beberapa fasilitas wisata berupa pondok-pondok penginapan. Apalagi Aceh Singkil bersama 4 Kabupaten lainnya yang ada di Nanggore Aceh Darussalam (NAD) menjadi daerah pengembangan wisata yang ada di NAD. Kami juga meminta kepada YEL untuk serius dalam mengembangakan eko-wisata disini, seperti YEL harus memiliki sekretariat di Kuala Baru, sehingga koordinasi semakin mudah.
Untuk program lebih lanjutnya, berdasarkan kerjasama yang sudah kita bangun dengan YEL-PanEco bahwa kita akan memberi dukungan yang penuh untuk ini. Apalagi sejak dulu wisata bahari yang sudah lama ada tepatnya di Pulau Banyak merupakan modal awal yang kita miliki.
Kita mengetahui bahwa kawasan SM Rawa Singkil merupakan kawasan konservasi, yang tidak boleh ada aktivitas yang cendrung menimbulkan kerusakan hutan.
Ya benar, memang hutan rawa yang ada di Aceh Singkil merupakan kawasan konservasi. Akan tetapi wisata yang akan kita kembangkan adalah wisata yang berbasis pada pelestarian alam. Dengan arti kata penyelmatan alam lebih diutamakan dalam pembangunan wisata di Kuala Baru. Apalagi setelah Semiloka kolaboratif Management yang digagas oleh YEL, kita berharap seluruh stake-holder bisa membangun kerjasaman yang baik dalam keberlangsungan masyarakat dan kawasan SM.
Ke depan saya akan menugaskan Asisten III untuk terus melakukan koordinasi dengan BKSDA-NAD dalam membangun kesepahaman pengelolaan kawasan SM.
Sejuh ini seperti apa kordinasi yang telah dibangun antara Pemkab, BKSDA dan masyarakat yang ada di Kuala Baru.
Memang sejauh ini kordinasi kita dengan BKSDA-NAD belum cukup maksimal, namun ke depan kita akan terus membangun kerjasama yang baik. Dan kita mengharapakan BKSDA bisa berada di depan dalam penyelamatan hutan rawa. Saya juga berharap agar BKSDA tidak hanya sekedar melarang, tapi juga memberi solusi dari persoalan masyarakat yang ada di sekitar kawasan.
Apa harapan yang mungkin bisa disampaikan untuk pengembangan program eko-wisata ini.
Perjuangan panjang untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat yang di Aceh Singkil ini perlu pengorbanan yang besar. Baik dari segi materi dan inmateri, untuk itu saya mengajak semua pihak untuk bisa terlibat aktif dalam pengembangan wisata ini. Sederhana yang saya pikirkan, kalau kita ingin melestarikan ala mini khususnya hutan rawa, sebaiknya ekonomi masyarakatnya dulu diselesaikan, jika tidak saya sendiri tidak akan menjami soal itu. Jadi langkah untuk melestarikan alam sekaligus meningkatkn ekonomi masyarakat merupakan langkah yang bijak. Keberlangsungan alam untuk manusia merupakan hal yang sangat penting untuk kita semua. Maka sebaiknya mari kita terus bersama untuk melestarikan alam. (tyk)
