Bantuan Kemanusiaan
Indonesia pada umumnya dan di Sumatera pada khususnya menyimpan potensi bencana alam yang besar. Selain lokasi geografis yang merupakan bagian dari wilayah cincin api Pasifik karena berada di jajaran Bukit Barisan, Sumatera juga merupakan daerah pertemuan dua lempeng tektonik, Lempeng Australia dan Lempeng Eurasia. Bencana alam tidak hanya dapat menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan lingkungan hidup yang parah. Bencana juga dapat merupakan akibat dari kerusakan lingkungan.
Bertolak dari keterlibatan YEL dalam membantu korban banjir bandang Bohorok pada November 2003, YEL telah menyadari betapa pentingnya kesiap-siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Pada saat YEL sedang aktif mendampingi korban banjir bandang, gempa bumi dan tsunami melanda provinsi Sumatera utara dan provinsi Aceh pada 26 Desember 2004. Akibat yang ditimbulkan dari gempa dan tsunami tersebut sangat dahsyat dan menelan banyak korban jiwa. Kejadian tersebut menambah keyakinan YEL untuk semakin aktif dalam melaksanakan program-program kemanusiaan dan mendorong YEL untuk membentuk divisi kemanusiaan. Pembentukan divisi tersebut sebagai respon kongkrit untuk berperan aktif dalam membantu korban tsunami dan kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan program kampanye penyadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang terjaga.
Pembangunan RSUD Nagan Raya
Melalui dukungan dan kerjasama dengan PanEco Switzerland dan Caritas Switzerland serta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, YEL berpartisipasi dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nagan Raya yang diresmikan pada 14 Agustus 2008. Pembangunan RSUD Nagan Raya merupakan salah satu aksi konkret keterlibatan YEL dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh pasca tsunami.
Program pendampingan RSUD Nagan Raya tidak berhenti setelah diresmikannya Rumah Sakit tersebut, melinkan tetap berjalan hingga tahun 2010, diantaranya dengan melakukan pelatihan-pelatihan tenaga medis seperti:
- Pelatihan dasar keperawatan.
- Pelatihan ICU dan PGD (Penanganan Gawat Darurat).
- Pelatihan kegawatdaruratan pada anak (Pedriatic Emergency Training).
- Pelatihan manajemen kegawatdaruratan untuk dokter dan perawat (Emergency Room Management Training).
- Pelatihan dasar pada kasus bedah (Basic Surgery Training) dsb.
Program Bantuan Prostetik
Bekerja sama dengan ASHOKA, sejak 2005 hingga berakhirnya program rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias pasca tsunami, YEL membantu korban tsunami Aceh yang selamat dengan menyalurkan bantuan berupa kaki palsu. Penerima bantuan prostetik juga dibantu dengan pinjaman modal untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah untuk kewirausahaan dan pemenuhan kebutuhan hidup mereka.
Sekilas Program Bantuan Kemanusiaan YEL
Selama perjalanannya sejak dibentuk di 2005, Divisi Kemanusiaan YEL telah banyak terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, diantaranya:
- Bantuan medis bagi korban tsunami 26 Desember 2004 di Aceh yang dilaksanakan (Januari -Juni 2005).
- Program prostetik bagi korban tsunami yang selamat.
- Bantuan medis bagi korban gempa Nias 28 Maret 2005 yang berjalan dari Maret hingga Juni 2005, bekerjasama dengan Perdhaki dan Caritas Sibolga, dilanjutkan dengan perbaikan pusat rehabilitasi untuk anak-anak di Fodo.
- Pembangunan fisik dan pelatihan staf RSUD Nagan Raya (2005 – 2009).
- Bekerjasama dengan Caritas Swiss untuk sipervisi rekonstruksi di Singkil (2005 – 2010).
- Bantuan medis bagi korban banjir di Besitang, Sumatera Utara (2006).
- Bantuan medis terhadap korban gempa di Padang Pariaman (Oktober 2009).
- Bantuan darurat terhadap korban banjir di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh( Maret 2011).
- Rehabilitasi sarana penyediaan air bersih dan sanitasi umum di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, ditargetkan untuk berakhir di 2011.
Di tahun 2012, program bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh YEL menjadi kegiatan yang bersifat ad-hoc dan tidak lagi sebagai divisi yang independen.







