May 2010
Program Riset Orangutan Sumatera
Mengundang mahasiswa lokal untuk melakukan penelitian mengenai orangutan dan konservasi
1. Dukungan tutorial/tenaga ahli dan pembiayaan
2. Monitoring distribusi orangutan (peta konflik)
Bantuan Kemanusiaan
Indonesia pada umumnya dan di Sumatera pada khususnya menyimpan potensi bencana alam yang besar. Selain lokasi geografis yang merupakan bagian dari wilayah cincin api Pasifik karena berada di jajaran Bukit Barisan, Sumatera juga merupakan daerah pertemuan dua lempeng tektonik, Lempeng Australia dan Lempeng Eurasia. Bencana alam tidak hanya dapat menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan lingkungan hidup yang parah. Bencana juga dapat merupakan akibat dari kerusakan lingkungan.
Eko-Wisata
Peningkatan kesadaran masyarakat, terutama yang bersinggungan langsung dengan wilayah konservasi, mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, baik dalam aspek kehidupan sehari-hari maupun dalam aspek jangka panjang yang berkelanjutan, sangatlah penting. Tetapi perlu juga disadari, bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan juga didasari oleh tingkat kesejahteraan yang memadai, terutama yang bersumber dari alam dan lingkungan itu sendiri.
Program Konservasi Rawa
Program Konservasi Rawa merupakan program yang diinisiasi berdasarkan MoU dengan 4 Kabupaten di pesisir barat Aceh meliputi Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan dan Aceh Singkil.
Hutan pantai Rawa Gambut Tripa adalah salah satu hutan hujan yang paling berharga di dunia, namun sebagian besar wilayah ini telah ditebangi dan diubah menjadi areal perkebunan sawit. SOCP berpartisipasi dalam sebuah program untuk menghentikan pengrusakan ini dan menawarkan sumber pendapatan lain untuk masyarakat setempat.
Ecolodge
Ecolodge adalah Pondok Wisata berbasis ekologis di Bukit Lawang. Program ini terfokus pada pengembangan penginapan, restoran dan kebun organik yang dikelola secara ekologis. Selain itu, terdapat juga pengelolaan serta pengembangan media-media pendidikan lingkungan hidup lainnya.
Ecolodge Bukit Lawang dirancang untuk menjadi model percontohan usaha-bisnis yang berkelanjutan. Ekowisata memainkan peranan penting dalam melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan untuk para tamu dan penduduk setempat.
Pusat Pertanian Ekologis
YEL telah membangun sebuah Kebun Pertanian Terpadu yang dikelola secara Organik. Kebun tersebut sejak tanggal 8 Januari 2009 berganti nama menjadi Ecofarming Center PPLH Bohorok/Agrotechnopark YEL dan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin, SE. Ecofarming Center berlokasi di tengah-tengah lahan masyarakat, yaitu tepatnya di Dusun VII, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat.
Program Pendidikan Lingkungan Hidup - Bohorok
PPLH Bohorok yang dikelola oleh Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) ditujukan untuk mendorong terwujudnya kepedulian semua lapisan dan golongan masyarakat baik secara sendiri atau bersama terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Sehingga kerusakan dan permasalahan lingkungan yang terjadi akibat aktifitas kehidupan manusia sehari-hari dapat dikurangi atau bahkan dihindarkan dan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
Program Reintroduksi Orangutan Sumatera
Program Konservasi Orangutan Sumatera SOCP adalah program kolaborasi Yayasan PanEco, bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia - PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam), Yayasan Ekosistem Lestari YEL dan The Frankfurt Zoological Society. Kantor koordinasi utama berada di Medan, Sumatera Utara dan berbagai kegiatan program dilakukan di berbagai lokasi di sepanjang pulau Sumatera. SOCP menangani berbagai aspek dalam konservasi orangutan Sumatera, meliputi:
• Penyitaan, karantina dan re-introduksi orangutan piaraan
• Konservasi dan perlindungan habitat







