May 2008

Gallery: UKM - Humanitarian

[bg|ukmhuman|2|150|random|12|#dddddd]

Gallery: RSU Nagan Raya

[bg|rsunaganraya|2|150|random|6|#dddddd]

Uji Coba RSUD Kabupaten Nagan Raya Berjalan Lancar

Akses Terhadap Air dan Sanitasi: Ketertinggalan Masyarakat Desa/Hutan (II/2)

Bagi masyarakat sekitar hutan, keberadaan hutan beserta sumberdaya yang terkandung didalamnya memainkan peranan penting bagi penghidupan (livelihood) mereka, bagi kemampuan daya beli mereka. Dengan memanfaatkan hutan seperti mengambil madu, buah-buahan, tumbuhan obat, perikanan rawa, mereka dapat meminimalisir resiko sosial ekonomi (vulnerability) akibat kegagalan panen atau kecenderungan musiman.

Akses Terhadap Air dan Sanitasi: Ketertinggalan Masyarakat Desa/Hutan (I/2)

“Kesadaran sebagai legitimasi dalam menentukan sebuah tindakan manusia terletak dalam bangunan kesadaran terhadap hubungan timbal balik yang bersifat ekonomis” (Juergen Habermas, Krisis Legitimasi).

Mobile Education Unit dan Program Pelestarian Spesies Orangutan Sumatera (Pongo abelii)

Pada bulan November tahun 2006, Sumatran Orangutan Conservation Program-Yayasan Ekosistem Lestari (SOCP-YEL) dan Orangutan Republik Education Initiative (OUREI) dengan didukung Club Peduli Orangutan Indonesia (CPOI), Angelina Sondahk (Duta Orangutan), Fauna & Flora International (FFI), Leuser International Foundation (LIF), Sumatran orangutan Society-Orang-utan Information Centre (SOS-OIC) dan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Departemen Kehutanan mengadakan Conference, Workshop dan Summit (CWS) tentang Pelestarian Spesies Orangutan Sumatera (Pongo abelii) melalui progra

SMU Melati Kunjungi PPLH Bahorok

Empat tahun setelah banjir bandang yang meluluh-lantakan ekonomi dan kondisi alam di wisata alam Bukit Lawang, saat ini mulai membaik. Baik dari sektor kunjungan wisata asing maupun lokal. Hal ini memberi dampak pada ekonomi masyarakat dan sistem sosial masyarakat di sana. Selain itu juga, anak-anak sekolah yang belajar bagaimana mengenal alam secara langsung juga mulai berdatangan ke PPLH Bahorok.

Konservasi untuk Melindungi Keanekaragaman Hayati

Undang Undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dilakukan melalui kegiatan :

  • Perlindungan sistem penyangga kehidupan

Bupati Aceh Singkil H.Mamur Syahputra SH.MM: “Eko-wisata di Kuala Baru Harus Dibangun Secara Bersama-sama”


Aceh Singkil secara lambat namun pasti mulai mempercantik diri (berbenah), selain proses pembangunan dengan kota yang menjadi proritas utama setelah Gempa Bumi dan Tsunami, Singkil juga membangun program-program Eko-wisata.

Kuala Baru 02

Tag:

Kapal Nelayan di Kuala Baru

Kuala Baru 01

Tag:

Pemandangan di Salah Satu Sudut Kuala Baru