International Workshop on Orangutan Conservation (IWOC), Bali, 15 โ€“ 16 Juli 2010

Jul 31 2010


Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan Forum Orangutan Indonesia (FORINA) dan OCSP-USAID menggelar lokakarya bertajuk “International Workshop on Orangutan Conservation” di Bali pada 15 – 16 Juli 2010 lalu. Lokakarya yang melibatkan berbagai kalangan ini merupakan rangkaian dari sejumlah kegiatan sebelumnya terkait dengan konservasi orangutan, ujar Jamartin Sihite selaku Deputy Chief of Party Orangutan Conservation Program.

Ketua FORINA Herry Djoko Susilo yang dikonfirmasi di lokasi pelaksanaan lokakarya mengatakan “Lokakarya yang mengangkat tema “Bagaimana masa Depan Orangutan?” ini bertujuan untuk menciptakan road map (peta jalan) untuk meningkatkan partisipasi dan kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, organisasi pegiat konservasi, dan masyarakat untuk menyelamatkan orangutan tersebut”. Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat tinggi Kementrian Kehutanan, Kedutaan Besar Amerika Serikat, nGO internasional & nasional, ilmuwan, peneliti dan ahli orangutan.

Lokakarya ini juga bertujuan meningkatkan komunikasi dan mencari dukungan secara nasional maupun internasional, termasuk memperkuat komitmen para pemangku kepentingan. Selain itu juga mengembangkan kerjasama dengan sektor swasta, mendapatkan sumber dana atau donor yang potensial, serta ikut ambil bagian dalam kampanye internasional untuk masa depan konservasi orangutan yang lebih baik.

Beberapa hal yang dibahas adalah revisi kebijakan yang mendukung konservasi orangutan, mekanisme pendanaan berkelanjutan bagi konservasi orangutan, penelitian untuk peningkatan manajemen pengelolaan, serta upaya pelepasliaran orangutan kembali ke alam liar pada tahun 2015 sebagaimana yang diamanatkan pada dokumen Rencana Aksi Konservasi Orangutan yang dilaunching oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 lalu.

YEL-SOCP yang direpresentasikan oleh Ian Singleton memberikan pemaparan berjudul “Threats and Opportunities for Conserving the Sumatran Orangutan”. Ian menjelaskan kegiatan yang telah dijalankan oleh Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP) termasuk temuan populasi baru orangutan sumatera di Tapanuli, pakpak dan Dairi.

Kesempatan ini dimanfaatkan juga oleh YEL untuk mempromosikan kegiatan-kegiatan terkait dengan upaya konservasi Orangutan Sumatera dengan menampilkan standing banner, poster, lembar fakta dan backdrop yang berisi ringkasan kegiatan yang telah dijalankan. Selain itu dilakukan juga pendistribusian materi berupa leaflet, poster, stiker, buku dan video.