
Para pengurus dan pendeta gereja BNKP Resort 40 pada acara sosialisasi di Aek Habil
Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) mengajak masyarakat Nias yang tinggal di Kabupaten Tapanuli Tengah agar ikut secara bersama-sama membantu penyelamatan Kawasan Hutan Batang Toru. YEL menyampaikan ajakan itu melalui acara sosialisasi tentang pentingnya penyelamatan Kawasan Hutan Batang Toru (KHBT) untuk menunjang pembangunan pertanian, mencegah bencana alam, dan menyelamatkan keanekaragaman hayati.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Pinda Sianturi dan Gunung Gea dari YEL melalui dua kegiatan sosialisasi. Kegiatan pertama berlangsung di Gereja BNKP di Desa Aek Habil, Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 7 Mei 2010 bersama para pengurus/guru jemaat gereja-gereja masyarakat Nias yang tergabung di bawah Resort 40 yang beranggotan 37 gereja. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta.
Sosialisasi kedua berlangsung di Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 28 Mei 2010 bersama para pengurus/guru jemaat gereja masyarakat Nias yang tergabung dalam gereka BNKP Resort 48 yang beranggotakan 17 gereja.
Melalui kedua sosialisasi itu YEL menyampaikan presentasi tentang KHBT dengan menguraikan tentang pentingnya memerlihara Daerah Aliran Sungai (DAS) yang amat penting untuk dipelihara untuk menjamin ketersediaan air bagi aktivitas pertanian.
Menurut salah satu studi yang dilakukan oleh YEL, terdapat sekitar 8.000 masyarakat Nias yang tinggal di tepi KHBT di Tapanuli Tengah. Kehadiran masyarakat Nias di Batang Toru sudah dimulai sejak sekitar 30 tahun yang lalu. Dusun Sialogo merupakan yang pertama didirikan, diikuti dengan berdirinya dusun Malaka pada tahun 1973. Namun kebanyakan dusun didirikan pada akhir tahun 1980-and dan awal tahun 1990-an. (gg)


Sosialisasi di Lumut
