YEL Melakukan Studi Banding RSUD Nagan Raya ke RSU Tabanan Bali

Jul 28 2010

YEL melakukan Studi Banding dan Workshop Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Operasional RSUD Nagan Raya Di RSU Tabanan Bali yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Juli 2010.

BRSU Tabanan, Bali 2- adalah sebuah rumah sakit pemerintah yang berbentuk Badan Layanan Umum dan berdomisili di kabupaten Tabanan. Kabupaten Tabanan berada di 35 km sebelah barat daya kota Denpasar, ibu kota Bali dengan total populasi 416.743 (hampir tiga kali lebih besar dari Nagan Raya). BRSU Tabanan adalah salah satu rumah sakit pemerintah yang berhasil menjalankan fungsinya dengan baik sekali. Rumah sakit ini telah mengadopsi sistem reformasi kesehatan melalui mekanisme badan layanan umum dan sekarang dikenal sebagai rumah sakit internasional yang memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat lokal maupun turis internasional di Bali. Orang yang dilayani di rumah sakit tidak hanya orang berada saja, tetapi juga masyarakat yang kurang mampu. Dari jumlah pasien rawat inap sebanyak 12,140 dan pasien rawat jalan sebanyak 102,017 di tahun 2008, ada sekitar 14,3 % adalah masyarakat miskin dan diberikan pengobatan gratis.

Sebagai rumah sakit daerah, RSUD Nagan Raya merupakan sebuah organisasi dengan peranan yang cukup kompleks sebagai pusat pelayanan kesehatan dan khususnya sebagai tempat rujukan bagi masyarakat yang paling rentan di kabupaten Nagan Raya. Mandat ini dipikul dengan adanya ketentuan-ketentuan sebagaimana tertuang dalam kebijakan kabupaten, yang kadang kala menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasional rumah sakit.

Lokasi rumah sakit yang berada di daerah pedesaan menjadi lebih menantang jika dibandingkan dengan rumah sakit lain yang berada lebih di perkotaan. Kenyataan bahwa kabupaten inipun baru saja berdiri pada tahun 2002 juga secara tidak langsung meletakkan proses pembangunan yang masih cukup panjang, termasuk dalam area pelayanan kesehatannya.

Untuk memastikan misi rumah sakit dapat tercapai, maka kapasitas yang tepat guna untuk meningkatkan manajemen pengelolaan rumah sakit sangatlah diperlukan. Selain perihal manajemen, maka staf medis yang handal dan pelayanan rumah sakit yang memuaskan juga merupakan prioritas yang harus diberi perhatian. Sebenarnya upaya untuk menjadikan RSUD Nagan Raya sebagai rumah sakit rujukan yang berkesinambungan sudah mulai dilakukan sebelumnya, bagaimana agar rumah sakit dapat melayani penduduk dengan total 144.435 jiwa dengan prima. Rencana tindakan untuk meningkatkan manajemen  melalui pelatihan administrasi, memperbaiki struktur manajemen, motivasi staf, sistem informasi dengan menekankan kualitas dan efisiensi sudah dimulai dalam periode sebelumnya.

Meskipun sudah dilakukan sebelumnya, namun untuk memenuhi syarat sutainabilitasnya, upaya diatas tidak bisa berhenti sampai disini saja melainkan memerlukan follow up lebih lanjut. Salah satu target yang masih perlu ditingkatkan lagi adalah kapasitas manajemen rumah sakit secara keseluruhan. Sistem manajemen yang baik terdiri dari berbagai macam sub-sistem dibawahnya seperti mekanisme operasional, standar kualitas, sumber daya manusia, keuangan, pengadaan barang, penggajian, sistem klinik, dst; semuanya harus diorganisisir dan terukur sesuai dengan standard an indikator nasional.
Ada 3 kriteria utama sebagai indikator sebuah rumah sakit yang baik;
a.  Kriteria berkaitan dengan kualitas pelayanan (performa): kualitas medis dan pengobatan
b.  Kriteria berkaitan dengan manajemen operasi: efisiensi
c.  Kriteria berkaitan dengan kondisi yang dapat dijangkau masyarakat: aksesibel

Berangkat dari kepentingan dan juga keyakinan bahwa rumah sakit telah membuat suatu perubahan yang positif sejak awal didirikan dan merasakan komitmen dari pihak Kabupaten, kami ingin melanjutkan dukungan kami terhadap RSUD Nagan Raya dengan menjembatani sebuah pengalaman studi banding ke rumah sakit daerah lain yang telah memiliki kapasitas lebih memadai pada kriteria-kriteria tersebut diatas. Studi banding ini didesain untuk melengkapi pelatihan-pelatihan manajemen dan medis yang juga sedang dilaksanakan di rumah sakit, baik di RSUD Nagan Raya sendiri maupun pelatihan yang dilakukan di luar Nagan Raya.

Dengan melakukan observasi langsung ke lapangan maka dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi dari pemerintah kabupaten dan staf rumah sakit untuk meningkatkan RSUD Nagan Raya menjadi sebuah rumah sakit daerah sebagaimana pada awal yang dicita-citakan.