Yayasan Ekosistem Lestari

Concern for The ecosystem

YEL merupakan organisasi non profit yang berlokasi di Medan, yang menyediakan dukungan teknis, skill dan melakukan aktivitas pendidikan secara langsung mengenai lingkungan hidup dan mendorong kesadaran masyarakat, program konservasi untuk spesies yang terancam punah dan pengembangan masyarakat, melakukan tindakan pemulihan darurat dan bantuan kemanusiaan.

Loading...

Dr. Sofyan Tan dan Kisah WC Terapung di Kampung Belawan

Tags: 

“Kalau air laut pasang, tinja dan air laut bercampur jadi satu, baunya minta ampun,”tutur nenek Salamah (63), salah seorang warga yang menghuni Lingkungan IX, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan. Bagi nenek Salamah, yang tinggal bersama 5 orang anak dan cucu-cucunya itu, keberadaan “WC terapung” memang sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Selain baunya yang menyengat, aroma kotoran itu juga menjadi sumber ancaman kesehatan tubuhnya yang mulai renta.
Maklum, rumah Nenek Salamah hnya berselang 2 rumah dari lokasi WC terapung tadi. Namun kisah “WC terapung” itu kini tinggal cerita. Siang itu (3/1/2010), bersama ratusan warga penghuni Kampung Uni, demikian warga lebih menyebut nama kampung mereka, nenek Salamah menyaksikan bahwa WC umum itu tadi telah berubah kinclong.
Lantai bangunan WC umum berukur 4 meter x 2,5 meter itu terbuat dari keramik coklat muda yang terlihat mengkilat. Bangunan WC umum itu kini menyediakan 8 buah WC, yang letaknya dibuat saling memunggungi dan dipisah tembok setebal 14 centimeter. Atapnya terbuat dari genteng plastik. Masing-masing deretan WC ditunjang dengan 2 bak bair yang airnya mengucur deras dari pipa air PAM.
“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan dengan merenovasi WC umum di Kampung Uni ini bermanfaat untuk warga,”demikian diungkapkan dr. Sofyan Tan, Ketua Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) ketika meresmikan pengoperasian WC tersebut di depan ratusan warga Kampung Uni. Hadir dalam acara itu antara lain unsur Muspika (Camat Medan Belawan, Kapolsek dan yang mewakili Danramil) , Lurah Belawan I, Kepling Lingkungan IX dan XI dan sejumlah tokoh masyarakat.

WC Sehat, Rakyat Sehat
Menurut Sofyan Tan, fasilitas WC yang sehat, menjadi salah satu prasyarat untuk bisa hidup secara sehat. Jika rakyat sehat, maka mereka dapat bekerja baik. Dan kerja yang baik, merupakan pintu untuk terciptanya kesejahteraan hidup rakyat. YEL menurut Sofyan Tan dalam satu dasawarsa terakhir, sudah banyak berkarya bersama rakyat untuk memperbaiki kesehatan lingkungan.
“Namun kegiatan kami selama ini lebih banyak dilakukan di Aceh, Nias, Padang, Tapsel, bahkan Yogyakarta. Intinya di luar Kota Medan, sementara kantor YEL sendiri ada di Medan,”jelasnya. Karena itu, dalam usianya yang ke-10 pada 25 Januari 2010 lalu, YEL mulai menitikberatkan untuk mengintrodusir program kesehatan lingkungan untuk warga Kota Medan.
Kampung Uni di Kecamatan Medan Belawan dipilih sebagai titik awal program kesehatan lingkungan YEL. Pertama, karena kampung itu tergolong padat penghuni. Alasan kedua, karena ibunya juga kebetulan kelahiran Belawan.
Soal kepadatan warga, memang tidak mengada-ada. Ada sekitar 700 KK yang menghuni kawasan bekas kampung Belanda itu. Posisi rumah warga juga saling berdempetan, dan hanya disekat lorong satu meter yang pengap karena tidak ada ventilasi. Dengan kata lain, warga hidup saling berdesakan. Sementara fasilitas kesehatan juga tergolong minim. Misalnya tempat warga untuk buang hajat.
Umumnya rumah warga di sana memang tak memiliki WC pribadi. Yang ada hanya WC umum yang dipakai bersama-sama oleh warga. Ada 3 lokasi WC umum di kampung itu. Dua buah kini sedang direnovasi pihak donatur lain. Sedangkan yang ada di lingkungan IX dan XI telah direnovasi YEL dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 22 juta.
Sebelum direnovasi, WC-WC umum itu berubah jadi WC terapung ketika air laut pasang. Maklum, Kampung Uni hanya sepelemparan batu dari tepi laut Belawan.
“Air laut pasang dan masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 15.00 WIB, terkadang juga mau dini hari jam 03.00 WIB,”ujar Rosma (60), warga lain. Tingginya bisa mencapai 14 centimeter. Tak semua rumah warga sudah dinaikkan. Ibu dari 6 orang anak itu juga menambahkan bahwa warga Kampung Uni umumnya bekerja sebagai buruh kapal, penarik becak, dan bekerja mocok-mocok. Intinya, mereka hidup serba minim.
Ditambah lagi fasilitas kesehatan yang terbatas. Semua itu berkelindan, dan membuat warga rawan terkena berbagai jenis penyakit. Untuk itu ke depan, YEL berencana melakukan penelitian untuk mengetahui kebutuhan utama warga.
“Muaranya agar warga bisa hidup secara sehat. Jika lingkungan sehat, warga otomatis juga sehat,”tambah Sofyan Tan. Jika rakyat sehat, maka anggaran kesehatan dari negara juga bisa dialihkan untuk kegiatan lain.
Kepling Kampung Uni, Sadikun, mengaku terharu dengan bantuan renovasi WC yang dilakukan dr. Sofyan Tan dengan YEL-nya. Ia mengaku bahwa bantuan renovasi WC tersebut sangat bermanfaat bagi warganya. Karena itu ke depan, ia mengharapkan agar warga bisa menjaga keberadaan WC Umum tersebut dengan baik.
“Jangan sampai karena sudah bagus, lalu warga saling rebutan ketika hendak buang hajat, lalu timbul cekcok,”ujar Sadikun disambut tawa warga

Butuh Pengobatan Gratis
Dalam kesempatan berdialog dengan warga, Nurmaya (65), yang telah menjanda mengeluhkan tentang lengan tangannya yang dalam sebulan ini terasa kebas-kebas. Sementara Rosma mengeluh soal lambungnya yang serasa diplintir-plintir. Menanggapi keluhan warga, Sofyan Tan berjanji akan menggalang kerjasama dengan Rotary Club atau Lions Club untuk membuat kegiatan pengobatan gratis.
“Wah, syukur kalau ada pengobatan gratis Pak, kapan dilaksanakan Pak Sofyan?”kejar Rosma.. Dengan tersenyum rumah, Sofyan Tan mengatakan akan mengusaha secepatnya. Namun begitu, Sofyan Tan berharap agar warga mampu menjaga pola hidup sehat.. Kuncinya adalah dengan menyehatkan lingkungan. Saluran parit tak dibiarkan mampet. Sampah tak dibuang sembarang.
“Minimal dengan mengadopsi cara hidup sehat, maka virus penyakit pun akan menjauhi kita,”tambahnya. Tapi begitupun, ia tak menampik permintaan warga. “Pokoknya, saya akan mengusahakan yang terbaik untuk warga Belawan,”ujarnya disambut pelukan hangat seorang warga.