Jumat, 9 Oktober 2009 saat team Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) lakukan survey korban bencana gempa bumi Sumbar di beberapa Desa di Kecamatan Sungai Limau. Menemukan seorang anak bernama Chairul berumur 4 tahun 4 bulan di Dusun Bukit Sibulah Desa Duku yang sekarat akibat tertimba bangunan saat gempa.
Kondisi Chairul sangat sekarat, setelah kita periksa di Posko Kesehatan yang kita dirikan di Dusun Bukit Karam bi Desa Sibaruas Kec. Sungai Limau, akhirnya kita evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Padang Pariaman (RSUD‐PP).
Tragisnya hampir 2 minggu Chairul tidak mendapatkan perawatan medis dari pihak manapun. Bahkan dia hanya tinggal dengan seorang neneknya. Sementara kedua orang tuanya bekerja di Jakarta. Bahkan menurut neneknya kedua orang tuanya tidak mengetahui kalau Chairul menjadi korban gempa Sumbar yang menelan korban ratusan orang.
“saya sengaja tidak memberitahu orang tua Chairul, karena saya takut kalau mereka menjadi panik, selain itu saya tidak punya biaya untuk membawa Chairul ke RS” jelas Neneknya sambil menangis terisak.
Memang untuk menuju rumah nenek Chairul, sangat sulit. Kalau tidak menggunakan mobil gardang 2, tidak akan bisa. Kalau dari Kota Kabupaten . Hal ini juga yangmenyebabkan tidak adanya bantuan apapun yang sampai Dusumereka. Ada puluhan warga desa yang menjadiorban gempa, dn secara umum kerusakan sangat parah, termasukumahenek Chairul. ”saat ini Chairul hanya bisa makan roti dan minun susu,
makan makanan keras. Tapi untuk membeli makanan dan minun Chairul saya sudah tidak mampun lagi. Apalagi untuk memperbaiki rumah kami” ungkap nenek Chairul yang hanya bekerja sebagai petani di dusun ters
Dari keterangan Dokter yang bertugas di Posko Kesehatan YEL, mengatakan bahwa kondisi Chairul sangat lemah. Dia (chairul‐red) tidak hanya mengalami beberapa patah tulang, tapi juga mengalami gizi buruk atau mengamai kekurangan gizi. Sehingga perlu penanganan yang sangat serius.
”jika terlambat 10 menit saja, Chairul akan meninggal dunia” jelas Farina yasmin yang menjadi kordinator Posko dan juga Direktur Divisi Humanitarian‐YEL.
Hingga berita ini diturunkan, Posko Bantuan Medis YEL sudah menangani 456 pasien yang terdiri dari 3 desa 6 Dusun di Kecamatan Sungai Limau. Dan akan lanjut ke Kecamatan Sungai Garingging dengan mecakup 4 Desa.
Sangat diharapkan posko bantuan medis yang dilakukan oleh YEL. Dari beberapa pengakuan warga khususnya Desa Sibaruas dan Desa Duku, sangat senang dengan adanya posko medis ini. Hal ini diungkapan Isaf (25) dan Rahmad (24) pemuda desa yang turut membantu team YEL.
”Semoga YEL tidak berhenti disini saja, karena kebutuhan warga saat ini selain kesehatan, kami juga membutuhkan bantuan untuk mendirikan bangunan rumah, fasilitas sekolah, dan rumah ibadah. Yang hampir 100% hancur” jelas Isaf.
Tidak hanya itu, menurut rahmad, mereka juga membutuhan bantuan untuk membangkitkan rasa semangat dan percaya diri mereka dalam menjalankan hidup setelah gempa bumi kemarin, khususnya anak‐anak sekolah.
2 Orang Lansia Juga Dievakuasi
Proses pengobatan dengan konsep Klinik Mobile terus kami lanjutkan. Kali ini bantuan medis YEL berada didesa Pinjauan Tinggi dan Bawah, Kec. Sungai Limau Kab. Padang Pariaman. Saat proses klinik mobile melakukan pengobatan gratis. Team menemukan 2 orang lansia yang terbaring lemah di sebuah sekolah yang merupakan tempat pengungsian mereka. Nur dan Kotiran masing‐masing berumur 75 tahun tertimpa bangunan rumah saat gempa Sumbar 2 minggu yang lalu. Bahkan salah satu dari mereka yaitu Nur tidak mampu berjalan. Hal i ni disebabkan salah satu kakinya luka tepatnya lutut kaki kanan bengkak dan infeksi dan sudah membusuk.
Menjelang sore hari, team melakukan evakuasi ke RSUD Padang Pariaman. Kondisi kedua ibu tersebut sangat mengenaskan. Selain terbaring lemah di lokasi pengungsian, bahkan pihak keluarga ibu tersebut tidak ada yang mengurus. Ironisnya pihak keluarga tidak mau membawa ke RSUD karena tidak ada yang mau menjaga jika dirawat di RSUD.
”Awalnya pihak keluarga melarang kami untuk membawa ke RSUD, namun setelah kita jelaskan bahwa jika tidak di tangani khsusunya luka akibat tertimpa bangunan, m aka nyawa ibu ini akan terancam” jelas Taufik salah satu relawan dokter yang tergabung dalam team bantuan medis YEL.

Foto team YEL yang bertugas untuk bantuan medis di Padang Pariaman
| Attachment | Size |
|---|---|
| rekapitulasikerja.pdf | 103.49 KB |
