Yayasan Ekosistem Lestari pada hari Kamis (10/09/09) memaparkan aktivitas Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) di hadapan para pejabat Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, dan kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan hidup. Dalam paparan tersebut, diuraikan tentang berbagai aktivitas yang dilaksanakan dalam rangka SOCP yang merupakan kerjasama YEL/PanEco dengan Ditjen PHKA Departemen Kehutanan bersama unit-unit pelaksana teknis di Sumatra seperti BBTNGL, BBKSDA-SU, BKSDA-NAD, dan BKSDA Jambi.
Paparan yang berlangsung di Hotel Polonia Medan ini disampaikan oleh Direktur Konservasi YEL, Dr. Ian Singleton dengan menguraikan tentang latarbelakang, kondisi terkini, berbagai tantangan di masa mendatang dalam upaya penyelamatan orangutan Sumatara. Selama ini, SOCP telah aktif melaksanakan konservasi orangutan bersama unit-unit pelaksana teknis dari Departemen Kehutanan dengan kegiatan penyitaan, perawatan di karantina, dan pelepasliaran orangutan ke habitat liar di propinsi Jambi.
Seusai presentasi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu oleh moderator, Panut Hadisiswoyo dari Orangutan Information Center (OIC) Medan.
Paparan tentang SOCP tersebut merupakan paparan lanjutan dari presentasi sebelumnya yang pernah disampaiakn di ruang rapat Ditjen PHKA Departemen Kehutanan pada akhir April 2009 yang lalu. Paparan di Ditjen PHKA juga dihadiri oleh Kepala BBKSDA-SU, BKSDA-NAD, BKSDA Jambi, Kepala BBTNGL, dan sejumlah pejabat Departemen Kehutanan di Jakarta.
Dalam paparan di Jakarta, semua instansi pemerintah terkait termasuk BKSDA SU, BKSDA NAD, BBTGNGL, BKSDA Jambi, menyatakan dukungan bagi perpanjangan SOCP antara PanEco/YEL dengan Ditjen PHKA. Paparan tambahan perlu dilakukan sehubungan terjadinya pergantian pimpinan di BBTNGL.
Seusai paparan program, kegiatan dilanjutkan dengan acara buka puasa di hotel yang sama, diikuti sekitar 100 orang terdiri dari karyawan YEL, pasien “kaki cantik” dari NAD, LSM, kalangan wartawan, dll.
Ketika menyampaikan sepakatah kata dalam acara buka puasa tersebut, Ketua Yayasan Ekosistem Lestari, dr. Sofyan Tan menegaskan, bahwa meskipun YEL merupakan organisasi yang peduli lingkungan, dalam kinerjanya juga melakukan kegiatan kemanusiaan yang diimplementasikan oleh divisi kemanusiaan, salah satu divisi di bawah YEL.
Kepala BBTNGL yang baru, Ir. Harijoko Siswo Prasetyo, MM juga turut memberikan sambutan dalam acara ini. Dalam kesempatan itu, beliau mengajak masyarakat dan mitra kerja untuk sama –sama menjaga lingkungan dan ikut mengawasi TNGL karena berperan sebagai “bumper” dalam mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan erosi.
Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Ir. Djati Witjaksono Hadi, Msi juga ikut memberikan kata sambutan dimana beliau mengutarakan harapannya agar seluruh lapisan masyarakat ikut mendukung pelestarian sumber daya alam di daerah ini.
Sebanyak 41 pasien korban tsunami yang kakinya diamputasi mendapat bantuan YEL berupa kaki palsu (“kaki cantik”) sebagian hadir dalam acara buka puasa bersama. Para korban tsunami itu juga mendapat hadiah berupa bingkisan dari Yayasan Ekosistem Lestari yang diserahkan masing-masing oleh Ketua Yayasan Ekosistem Lestari, Kepala BBTNGL dan Kepala BKSDA Sumatera Utara. (gg/deti)
Keterangan gambar:
1. Ketua Yayasan Ekosistem Lestari yang juga tokoh pembauran di Sumatera Utara, dr. Sofyan Tan menyerahkan bingkisan kepada salah seorang peserta acara buka puasa bersama dari Aceh.
2. Ketua Yayasan Ekosistem Lestari, dr. Sofyan Tan berfoto bersama para undangan dalam acara buka puasa bersama.
3. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Ir. Harijoko Siswo Prasetyo, MM (kiri), Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA SU), Ir.Djati Witjaksono Hadi, Msi (tengah) dan Ketua Yayasan Ekosistem Lestari, dr. Sofyan Tan (kanan).
4. Para undangan dari Sumatera Utara dan NAD dalam acara buka puasa bersama di Hotel Polonia Medan.
5. Dr. Ian Singleton ketika menyampaikan paparan di depan para pejabat departemen Kehutanan di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta.
6. Para peserta rapat/paparan SOCP di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta.