Masyarakat di Kemukiman Kuala Baru kini dapat saling bertukar informasi, mengirim dan meminta lagu. Lebih penting dari itu adalah bahwa masyarakat disajikan informasi mengenai usaha dan isu pelestarian lingkungan, terutama penyelamatan Suaka Margasatwa Rawa Singikil. Informasi itu disajikan oleh penyiar kepada pendengar di waktu jedah antar lagu. Selama radio komunitas ini ada, selama itu pula info-info mengenai pelestarian lingkungan dapat dihadirkan di tengah-tengah komunitas. Radio ini bernama HIPMAS KUBA (Himpunan Masyarakat) FM, berada di gelombang 107,00 FM.
Inisiatif Pembentukan
Terbentukanya radio komunitas HIPMAS KUBA 107,00 FM didasarkan pada berbagai latar belakang dan pertimbangan. Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap isu pembangunan berkelanjutan, sarana pembelajaran dan pengembangan diri kaum muda dalam bidang komunikasi penyiaran, media hiburan dan informasi seputar komunitas. Mengapa pilihannya radio? Masyarakat di kemukiman ini memiliki budaya dan tradisi lisan yang kuat dibandingkan tradisi tulisan. Fasilitas radio juga dapat dijumpai di rumah dan handphone milik warga.
Sosialisasi inisiatif ini mulai dilakukan pada periode bulan November 2008 lalu. Kemudian, masyarakat mulai mengorganisir diri untuk membentuk kepengurusan dan hal lain yang dibutuhkan untuk membuat radio: jenis peralatan, jenis pelatihan, waktu pelaksanaan.
Ketika awal bulan Maret 2009, pada saat dilakukan Semiloka dan menyepakati Hasil Musyawarah Bersama, dirasakan pentingnya penyebaran informasi atau kempanye bagi penggunaan material dan menumbuh kembangkan ekonomi non-hutan. Selama ini, masyarakat sangat tergantung kepada hutan sekitar untuk membuat rumah dan perahu. Oleh karena itu, kampanye ini menjadi penting. Radio menjadi media yang berkelanjutan untuk melakukan peningkatan kesadaran pelestarian lingkungan dibandingkan pengadaan poster, brosur atau buku.
Pelatihan
Guna meningkatkan pengetahuan dan keahlian (capacity building) Sumber Daya Manusia pengurus radio HIPMAS KUBA 107,00 FM dan pemuda pemudi lokal yang tertarik mengembangkan diri menjadi penyiar, Yayasan Ekosistem Lestari melakukan pelatihan yang dibutuhhkan. Pelatihan meliputi operasionalisasi dan perawatan peralatan, manajemen pengeloalaan radio, teknik penyiaran, jurnalistik radio.Pelatihan menghadirkan instruktur Akhmad Zunaedy dari Lembaga Lngkah Hati Madiun dan Edi Susanto alias Putra, program director sekaligus penyiar di radio EKSTRA 104,8 FM - rdai yang telah beroperasi lebih dari 6 tahun di Aceh Singkil. Dalam pelatihan ini, Akhmad Zunaedy bertindak selaku instruktur untuk materi operasionalisasi dan perawatan peralatan. Sedangkan Putra menyampaikan materi mengenai maanajemen pengelolaan radio, teknik penyiaran dan jurnalistik radio.
Pelatihan ini dibagi ke dalam dua teknik pelaksanaan. Pertama, menggunakan teknik seminar dimana instruktur memberikan materi teoritis. Kemudian, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai materi terkait. Sedangkan dalam teknik ke dua menggunakan simulasi dimana peserta diajak langsung melakukan praktik mengenai materi terkait, langsung diarahkan oleh instruktur pelatihan. Dalam simulasi ini, peserta langsung mencoba baagaimana mengoperasionalkan peralatan radio, menyiarkan secara on-air, bagaimana membaca berita, bagaimana merespon permintaan lagu atau pertanyaan dari pendengar, bagaimana membuat naskah radio.
Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta terdiri dari pemuda-pemudi berusia antara 16 hingga 32 tahun.Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Dalam 3 hari pelatihan tersebut, tidak ada satupun peserta yang tidak mengikuti seluruh sesi. Simulasi on air yang hanya bisa dilakukan saat malam hari - listrik di Kuala Baru hanya beroperasi dari jam 18.00 hingga pukul 5.30 - diikuti dengan semangat oleh semua peserta. Bahkan, simualasi yang menurut rencana hanya akan dilaksanakan dari pukul 19.00 hingga pukul 22.00 larut menjadi pukul 01.00. Banyak peserta meminta waktu dan kesempatan ulang untuk menguji kembali kemampuan dan keberanian dirinya untuk menyiar. Meskipun dilakukan hingga larut dini hari, gelak tawa, canda, kopi, instruktur, pendamping dari YEL, dengan setia menemani keinginan kuat peserta untuk bersimulasi. Bahkan, Danramil Kuala Baru, Letda. Inf. Kurniawan ES, menyempatkan diri melihat simulasi itu langsung ke kantor. Kantor Koramil Kuala Baru sendiri terletak hanya sekitar 75 meter dari kantor Pemerintah Kemukiman Kuala Baru yang juga merupakan kantor radio.
"Bagus Bang. Saya senang sekali bisa berlatih sama Bang Putera. Ini sangat bermanfaat bagi kami di sini", begitu ucap Agustian ketikan ditanyakan kesannya terhadap terselenggaranya pelatihan ini.
Uji Coba
Setelah dilakukan pelatihan hingga tanggal 8 Juni, radio terus melakukan uji coba siaran dengan penyiar yang telah dilatih tersebut hingga tanggal 13 Juni. Uji cob a siaran dilakukan dari pukul 18.30 hingg pukul 23.30 setiap hrinya. Dalam uji coba tersebut, acara diisi dengan acara permintaan lagu dan pembacaan info-info.Tidak kurang dari tiga puluhan pesan singkat (Short Message Service/SMS) diterima oleh radio. Isi SMS ada yang mengucapkan selamat atas berdirinya radio komunitas HIPMAS KUBA, meminta lagu, mengirimkan info seputar komunitas seperti acara khitanan.
"Ini menunjukkan antusiasme dan kebanggan masyarakat terhadap radio ini. Kita harapkan ini dapat terus berlanjut dengan merangkai acara-acara yang memang dibutuhkan oleh komunitas. Dengan adanya rasa memiliki dan kebanggaan masayarakt terhadap radio, akan lebih banyak kesempatan dan peluang bagi kita untuk terus meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap isu dan upaya pembangunan berkelanjutan. Tidak mesti dari yang wah dan jauh seperti pencairan es di kutub, tetapi mulai dari yang dekat-dekat dengan mereka seperti pembuangan sampah plastik yang semabarangn akan dapat merusak lingkungan mereka dan dapat berdampak negatif terhadap pengembangan ekowisata", ungkap Joko, salah satu staf Yayasan Eksositem Lestari menanggapi jumlah SMS yang masuk.
Sedangkan disela-sela lagu, disampaikan informasi-informasi penting mengenai kekayaan dan keutamaan Suaka Margasatwa Rawa Singkil. Ke depan, info-info mengenai upaya konservasi dan isu peletarian lingkungan akan terus disuarakan dari radio ini. Yayasan Ekosistem Lestari akan bertindak sebagai penyuplai bagi bahan-bahan berita pelestarian lingkungan ini. Meskipun demikian, siapapun bisa berpartisipasi untuk meneydiakan materi.
Acara juga akan terus diperkaya dengan penambahan segmen acara baru. Misalnya saja Ira, 16 tahun, pemudi penduduk Desa Kuala Baru Laut yang menjadi penyiar radio ini, mengusulkan untuk diadakannya acara info kesehatan.
Tantangan
Ke depan, menurut Joko, staf YEL, tantangan yang dihadapi untuk perkembangan radio ini antara lain perlunya perluasan jaringan, mengembangkan program, suplai material program terutama untuk info pembangunan berkelanjutan, pendanaan. Walaupun saat ini Yayasan Ekosistem Lestari masih bias menjadi pendamping dalam materi-materi pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, diharapkan dalam jangka panjang radio komunitas ini dapat mandiri. Untuk ini, dibutuhkan fasilitas pendukung seperti adanya internet sehingga pengurus radio dapat mencari informasi dan berita mengenai lingkungan dan lainnya. Tidak kalah pentingnya adalah kerjasama dengan pihak lainnya.
Mengenai keberlanjutan pendanaan operasional radio dapat ditutupi oleh Pemerintah Kemukiman Kuala Baru. Pemerintah Kemukiman memiliki Biaya Operasaional Kemukiman (BOK) senilai delapan juta rupaih per tahun sehingga kantor radio yang berada di kantor kemukiman tidak perlu membayar biaya listrik, sewa tempat dan lainnya. Selain itu, adanya mekanisme iuran dari anggota diharapkan dapat berjalan sehingga penyiar dapat memperoleh sedikit bantuan. Pemerintah Kemukiman Kuala Baru telah menjamin terhadap hal ini.
“Mengenai uang operasional radio seperti listrik akan ditanggung oleh Pemerintah Kemukiman. Tempat juga akan Kemukiman yang mengurus untuk seterusnya. Hanya kami minta agar pemuda-pemudi di sini terus dilatih, didampingi, ditingkatkan terus kualitasnya oleh YEL atau pihak lainnya yang berminat”, demikian tegas Syahrul Pardede, Sekretaris Mukim Kuala Baru.
Keterangan foto atas: Melatih: Edi Susanto, program director EKSTRA 104,8 FM, tampak sedang memberikan pengarahan kepada Agustian (duduk), peserta pelatihan, mengenai cara membacakan naskah berita.
 |
Partisipasi Lokal: Kantor radio komunitas HIPMAS KUBA 107,00 FM yang terletak di Kantor Pemerintah Kemukiman Kuala Baru. Pemerintah Kemukiman Kuala Baru turut berpartisipasi membuat radio ini dalam hal menyediakan kantor dan menanggung biaya operasionalnya. |
 |
Simulasi: Ira (duduk sebelah kiri) dan Adi (duduku sebelah kanan), keduanya pemuda local pengurus radio, sedang melakukan simulasi siaran secara on-air. |