
Operasional Rumah Sakit Umum Daerah Nagan Raya sudah berjalan satu bulan lebih mulai dari tanggal 3 Maret 2008. Operasional RSUD Nagan Raya merupakan masa uji coba yang dilakukan sebelum peresmian RS pada akhir bulan Mei atau awal bulan Juni mendatang. Masa uji coba operasional RS ini mencakup seluruh unit ruangan yang ada di RSUD Nagan Raya, seperti Rawat Jalan, Rawat Inap, Laundry, Pantry, CSSD, OK umum, ICU, Laboratorium, Work-shop, Limbah, Cleaning Service, UGD, Poli Umum, Poli Anak, Poli Kebidanan dan Poli Penyakit Dalam.
YEL yang dalam hal ini selain membangun RSUD Nagan Raya juga ikut membantu dalam hal manajemen RS diseluruh unit dan ruangan yang ada di RSUD Nagan Raya ini.
Pasien pertama untuk tindakan kebidanan
Ibu Musrina,umur 35 tahun yang beralamat di Sumber Daya sekitar 10 menit dari Nagan Raya merupakan pasien pertama untuk tindakan kebidanan di RSUD Nagan Raya. Ibu Musrina datang ke RSUD Nagan Raya untuk membuka implan KB yang dipasang sekitar 6 tahun yang lalu di Puskesmas Jawa Timur. Dalam kesempatan ini dr.Merry Cesariana yang merupakan dokter spesialis OBGYN ( Obstetri & Gynecologi) yang mengobati langsung Ibu Musrina di Ruangan Rawat Inap Kebidanan RSUD Nagan Raya yang juga dibantu oleh beberapa perawat kebidanan. Pembukaan implan KB ini dilakukan diruang rawat bersalin kebidanan dengan alat-alat yang sudah disterilisasikan sebelumnya.
Ibu Musrina mengatakan, “Pelayanan di RSUD Nagan Raya ini cukup memuaskan, dengan pengobatan yang dilakukan langsung oleh dokter spesialis kandungan menambah rasa nyaman yang lebih dibandingkan dari Puskesmas, mudah-mudahan pihak RS untuk kedepannya lebih meningkatkan lagi pelayanan yang ada”.
Pasien pertama di Ruang ICU
Muhammad Sailan, umur 40 tahun, seorang pria perantau berasal dari kota Medan. Beliau adalah seorang apoteker rumah sakit Nagan raya. Pria yang beralamat di Medan – Belawan ini menjadi pasien pertama di ruang ICU RSUD Nagan Raya. Sailan begitu panggilan akrabnya telah dirawat di ruang ICU dengan diagnosa MCI (Myocard Infark atau penyumbatan pembuluh darah di jantung). Awalnya pria ini mengeluhkan nyeri dada dan sesak nafas saat sedang makan ikan. Ketika malam sedang berkumpul dengan teman – teman seperantauan nyeri dada dan sesak nafas semakin bertambah. Sailan segera dibawa ke ruang IGD dan dilakukan pemeriksaan EKG (elektrokardiografi/alat periksa jantung) oleh dr. Muhammad Dirga (dokter spesialis penyakit Dalam). Sailan dikirim ke ruang ICU karena mengingat kondisinya yang memburuk.
Muhammad Sailan dirawat selama 3 hari diruangan ICU dan dapat bekerja kembali. Muhammad Sailan yang sudah sehat mengatakan, “Pelayanan diruangan ICU sudah cukup memadai, alat-alat yang ada diruang ICU juga sudah cukup memadai, perawat diruang ICU juga melakukan pelayanannya dengan baik.”
Pasien di Ruangan Rawat Inap Penyakit Dalam
Selama operasional rumah sakit, pasien yang dirawat di ruang rawat inap penyakit Dalam berjumlah 37 orang pasien dengan diagnosa yang berbeda. Pasien diruangan rawat inap Penyakit Dalam ini merupakan pasien yang paling banyak dibandingkan dengan pasien-pasien diruangan rawat inap lainnya. Inilah beberapa pasien yang diwawancarai oleh tim manajemen YE :
Ibu Halimah, umur 65 tahun yang beralamat di Ujong Fatihah merupakan pasien rawat inap Penyakit Dalam. Ibu Halimah dirawat dengan diagnosa CHF (Congenital Heart Failure/Gagal Jantung Kongenital) et HHD (Hipertensive Heart Disease/Penyakit Jantung Hipertensi) dengan HT (Hipertensi) dan Anemia (kurang Darah). Ibu Halimah yang juga merantau dari kota Medan datang ke rumah sakit dengan keluhan lemas, pusing, mual dan sering pitam. Ibu Halimah berobat ke poli penyakit Dalam yang ditangani oleh dr.Muhammad Dirga ( spesialis Penyakit Dalam) dengan keluhan diatas,setelah diperiksa oleh dr.Muhammad Dirga ternyata Ibu Halimah harus dirawat inapkan dan dirawat inap selama 3 hari. Ibu Halimah mengatakan, ”Pelayanan di RS ini cukup lumayan, dokternya cukup bagus dan lucu sehingga menambah penyembuhan,perawat RS cukup baguslah untuk ukuran RS baru, makanan pasien di RS cukup enak.”
Pandi, umur 25 thn yang beralamat di Ujong Fatihah juga merupakan pasien rawat inap Penyakit Dalam. Pandi adalah seorang anggota Brimob, Penduduk Asli Nagan Raya. Pria berperawakan tinggi ini dirawat dengan diagnosa Kolik renal ec BSK (Batu saluran Kemih) ditambah Infeksi Salurah Kemih ini datang dengan keluhan nyeri pada perut dan tidak bisa buang air kecil sehingga harus dipasang cateter dan dirawat selama 2 hari di RSUD Nagan Raya. Pandi juga ditangani oleh spesialis penyakit dalam RSUD Nagan Raya. Setelah diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh, Pandi mengatakan, ”Untuk RS yang baru pelayanan RS termasuk lumayan, hanya saja jam besuk dokternya semestinya lebih cepat dalam visit pasien, perawat cukup lumayan hanya saja nurse station-nya terkadang suka kosong”.
Bapak Sudirman, umur 28 tahun yang dirawat di rawat inap Penyakit Dalam dengan diagnosa TB (Tuberculosa) paru aktif dengan keluhan sesak nafas dan batuk darah. Pria yang berwiraswasta ini dirawat selama 9 hari di RSUD Nagan Raya dengan pemberian perawatan TB Paru rutin dan pulang dengan keadaan sembuh. Bapak satu anak ini mengatakan, ”Pelayanan kesehatan di RSUD Nagan Raya cukup lumayan, perawat juga lumayan bagus, RS nya cukup bagus dibandingkan dengan RS.Cut Nyak Dien di Meulaboh.”
Ibu Syaribanun, umur 80 tahun dirawat dengan diagnosa dispepsia proritus senitis yang dirawat selama 10 hari diruang rawat inap Penyakit Dalam. Ibu Syaribanun datang ke rumah sakit datang dengan keluhan mual, nyeri pada perut. Keluarga Ibu Syaribanun mengatakan, ”Pelayanan perawat di rumah sakit udah cukup bagus hanya saja tempat piket perawat masih suka kosong pada malam hari,untuk dokternya udah sangat bagus dan ramah, rumah sakitnya bagus.”
Pasien pertama di Rawat Inap Bedah
Hery Maulana, umur 12 tahun dirawat diruang rawat inap bedah dengan diagnosa open fraktur of 1/3 upper of left tibia (patah tulang kaki 1/3 atas sebelah kiri). Anak dari Pak Maulana ini mengalami patah kaki saat sedang naik sepeda secara tiba - tiba ditabrak mobil. Hery hanya dirawat selama 18 hari di RSUD Nagan Raya, tidak dilakukan operasi pada Hery dikarenakan belum tersedianya dokter spesialis bedah di RSUD Nagan Raya. Pada awalnya Hery sudah ingin dirujuk ke RS.Cut Nyak Dien Meulaboh untuk dioperasi tetapi keluarga Hery tidak mau, menurut keluarga Hery cukup diobati dengan pengobatan tradisional dan dirawat di RSUD Nagan Raya.
Selama Hery dirawat di RSUD Nagan Raya keluarga Hery mengatakan, ”Senang dirawat di RSUD Nagan Raya karena perawatnya baik-baik, ramah-ramah juga dokter umum yang selalu melihat keadaan Hery bagus-bagus dan Hery dilayani dengan baik.”
Pasien pertama di Rawat Inap anak
Mudian, umur 6 tahun dengan diagnosa Gastroenteritis Akut ditambah dehidrasi ringan yang dirawat selama 1 hari diruang rawat inap anak. Mudian dirawat dalam kondisi lemas kekurangan cairan karena mencret. Mudian ditangani oleh dr.Ninin ( dokter spesialis anak) di RSUD Nagan Raya.
* Yasmine
