SMU Melati Kunjungi PPLH Bahorok

May 10 2008

Empat tahun setelah banjir bandang yang meluluh-lantakan ekonomi dan kondisi alam di wisata alam Bukit Lawang, saat ini mulai membaik. Baik dari sektor kunjungan wisata asing maupun lokal. Hal ini memberi dampak pada ekonomi masyarakat dan sistem sosial masyarakat di sana. Selain itu juga, anak-anak sekolah yang belajar bagaimana mengenal alam secara langsung juga mulai berdatangan ke PPLH Bahorok.

Dalam program Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) yang dilakukan di Ecolodge Bukit Lawang dan kebun percontohan Demplot mengajak anak-anak untuk belajar bersama alam sambil bermain. Pola pendidikan ini lebih mengutamakan proses partisipatif anak, bagaimana bisa menghargai dan menjaga alam untuk pelestariannya.
Sekolah Menengah Umum (SMU) Swasta Melati Binjai pada tanggal 23 Februari 2008 yang lalu melakukan kunjungan ke Bukit Lawang dan Demplot. Kunjungan yang mengutamakan belajar ini diawali dengan kegiatan belajar bagaimana membuat Daur Ulang Kertas (DUK). Kegiatan yang melatih anak untuk memanfaatkan sampah kertas sehingga bisa bermanfaat lagi dan mempunyai nilai jual kembali. Setelah ini kegiatan Transek alam yang dalam kegiatan ini mempelajari flora dan fauna hutan dengan radius 2 x 2 meter. Untuk tidak membuat bosan, dalam prosesnya fasilitator kegiatan selalu games di sela-sela aktivitas.

“Senang rasanya bisa belajar dan bermain seperti ini, apalagi berada langsung dialam terbuka” jelas Umar salah seorang siswa yang sudah duduk dikelas 3 SMU Melati. Tidak hanya Umar yang merasakan hal yang sama, puluhan kawan-kawan Umar yang ikut kegiatan tersebut merasakan hal itu. Terlihat dari antusias mereka dalam mengikuti setiap kegiatan.

Sebut saja Tri, siswa yang sama dengan Umar dan sebentar lagi akan tamat, mengungkapkan kesannya dalam mengikuti proses PLH tersebut. Dia (Tri-red) mengatakan, bahwa program ini sangat bermanfaat paling tidak bagi dirinya sendiri. Karena selain belajar tentang manfaat alam, kedepan dia akan mencoba untuk terus melestariakan alam. “saya akan mencoba mulai dari hidup saya dulu, untuk bisa menghargai alam ini dengan tidak membuang sampah sembarangan” tegas Tri Suci Handayani.

Harapan ini bukanlah semata-mata harapan para siswa saja, akan tetapi milik para guru disana, agar para siswa menjadi manusia yang bijak kepada alam ini. Menurut … yang juga guru Biologi di sekolah tersebut mengatakan, bahwa anak-anak sekolah itu harus dikenalkan secara langsung kepada alam agar mereka bisa menghargai pentingnya alam bagi manusia. “kami cukup bangga dengan sangat bersemangatnya anak-anak dalam mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh fasilitator, karena di pundak mereka tanggung jawab akan keberlangsungan alam ini” jelas…… yang sudah puluhan tahun mengajar di sekolah itu.

Lain lagi dengan harapan Kepala Sekolah SMU Melati, berangkat dari semakin redupnya gemerlap sekolah yang dulu sangat diminati oleh masyarakat. Kini sekolah yang hanya tinggal memiliki masing-masing 1 lokal untuk setiap kelas ini diharapkan di tahun ajaran depan akan meningkat. “Dengan pola pendidikan lingkungan hidup ini yang belajar langsung dengan alam akan menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah ini” imbuh Kepala Sekolah.

Saat ini sekolah hanya diminati oleh anak-anak sekolah yang rata-rata orangtuanya lemah secara ekonomi. Jarang sekali siswa yang keluarganya berkecukupan mau sekolah di SMU ini. Lebih baik mereka sekolah di kota atau memilih sekolah yang lebih bergengsi dari segi pendidikan. “apalagi saat ini transport sudah sangat banyak, dan di kota lebih banyak menjanjikan permainan moderen yang lagi digandrungi oleh anak-anak” jelas Kepsek kembali.

Namun bagi anak-anak SMU Melati fasilitas kota yang gemerlap itu tidak membuat mereka begitu tertarik karena permainan itu tidaklah memberi manfaat untuk masa depan mereka. Umar mengatakan bahwa permainan tersebut justru membuat anak-anak sekolah semakin malas dan tidak tau sangat berharganya hidup ini. “sangat berguna waktu itu juga kita bisa mengatakan kepada semua orang, bahwa alam dan isinya ternyata sangat kaya dan harus dijaga keberlangsungannya” tegas Umar lagi.

Sangat benar yang dikatakan oleh Umar, manusia tidak akan bisa hidup jika alam ini semakin lama semakin rusak, dan jika para penebang hutan dibiarkan terus melakukan penebangan kayu. Ayo kita lestarikan alam ini melalui Pendidikan Lingkungan sedari dini pada anak-anak kita.