Sejak akhir Desember 2007 yang lalu hingga akhir 2008 kedepan eco-lodge yang merupakan penginapan yang berwawasan lingkungan “mulai mempercantik diri”. Hal ini dijelaskan oleh coordinator team renovasi penginapan tersebut Burhanuddin ST di sela-sela kesibukannya. Menurut Burhan yang juga sebagai staf di program Eco-Arsitektur-YEL, renovasi yang akan dilakukan tetap mengutamakan konsep ekologis yang maksudnya adalah memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekitar alam.
Lebih lanjut Burhan menjelaskan, untuk tahap awal ini kita masih memperbaiki beberapa kamar yang sejak beberapa tahun lalu memang sudah harus dipugar ulang. Apalagi pasca Banjir Bandan tahun 2003 hingga 2004 yang lalu praktis aktivitas di Eco-lodge berhenti, sehingga dari aspek bangunan banyak yang perlu ditata ulang. “jadi secara prinsip renovasi ini bisa dikatakan 80 % akan dilakukan di Eco-lodge. Dan tujuannya adalah untuk lebih memberi pengetahuan bagi publik tentang hunian yang berwawasan lingkunguan” tambah Burhan.
Untuk proses renovasi tim yang terdiri dari Burhanuddin, Vera, Anto, Naga, Patirs dan Suherry, membuat pola partisipatif dengan melibatkan unsur masyarakat yang ada disekitar Eco-lodge. Peran masyarakat adalah sebagi pemasok bahan-bahan yang dibutuhkan serta sebagai tenaga kerja. Selain itu jelas Burhan, untuk kebutuhan genteng, tim membangun kerjasama dengan masyarakat Pulo Pisang sebagai tenaga kerja dalam proses pembuatan genteng. Harapannya dengan pola ini masyarakat juga menerima manfaat dari proses renovasi di Eco-lodge.
Sementara untuk tata ruang dalam renovasi ini, tim akan tetap mempertahankan konsep yang sudah ada, namun ada beberapa bagian yang akan ditambah dan diperbaharui. Tim juga akan membangun asrama untuk anak-anak sekolah yang melakukan program kunjungan sekolah. Selain itu juga di sana (Eco-lodge-red) akan dibangun juga perkantoran PPLH yang harapannya akan semakin mempermudah koordinasi dalam program di YEL.
Sejuah ini proses renovasi baru berjalan 20 % dari yang di targetkan. Karena memang langkah perbaikan harus di rencanakan dengan sematang mungkin. Hal ini menghindari terjadinya kesalahan yang mengakibatkan terbuang percumanya aspek budget dan sumber daya untuk itu. Imbuh Burhan kembali. Apalagi faktor kunjungan wisatawan pada bulan-bulan ini mulai meningkat.
Selain itu renovasi ini juga mengutamakan bagaimana bangunan dan lingkungan yang ada di Eco-lodge ini tetap mengedepankan kenyamanan dan keamanan para tamu yang datang ke Eco-lodge. Apalagi sejak 3 tahun terakhir ini tingkat hunian dan kunjungan tamu ke penginapan inii meningkat. Hal ini disebabkan karena Eco-lodge sendiri berada persis di pinggir Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) dan Sungai Bahorok. Secara langsung menawarkan keindahan dan keyamanan untuk membelai para tamu dengan keindahan alammnya. (tyk)
